ADVERTISEMENT

Disdik Bekasi Larang Keras Pelajar Ikuti Demo 11 April, Ancam Beri Sanksi

Fakhri Fadlurrohman - detikNews
Sabtu, 09 Apr 2022 22:56 WIB
13-year-old student Chaimaa Talaaloute wears a face mask in the classroom at Mansour Eddahbi College in the Derb El Kabir district of the AL Fida prefecture in Casablanca, Morocco, on Monday, Oct. 5, 2020. Today it is the start of the school year in Casablanca, with a delayed start due to the COVID-19 pandemic. (AP Photo/Abdeljalil Bounhar)
Foto: Ilustrasi pelajar (AP/Abdeljalil Bounhar)
Bekasi -

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatulah, melarang siswa SMP hingga SMA mengikuti demo nasional 11 April. Sekolah-sekolah diminta untuk mengetatkan absensi masing-masing siswanya.

"Tugas siswa untuk SMA/SMK termasuk SMP belajar. Jadi kita melarang keras untuk ikut demo atau terprovokasi oleh ajakan yang kurang baik," ucap Inay saat dimintai konfirmasi detikcom, Sabtu (9/4/2022).

Inay mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi bersama Polres Metro Bekasi Kota, Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah 3, kepala sekolah SMK, dan juga pengurus Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) untuk menghimbau para siswa tidak mengikuti demo. Salah satu upayanya adalah dengan memperketat absensi siswa.

"Berdasarkan hasil rapat koordinasi tadi pagi, selaras dengan imbauan Kemendikbud Ristek untuk mengantisipasi demo para siswa STM/SMK, memperketat absensi untuk hari Senin, karena PTM 100 persen dan juga sedang ujian praktek untuk SMK," tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan orang tua siswa untuk mencegah mengikuti aksi. Pihak sekolah pun, kata Inay, diimbau untuk turut aktif mengawasi siswanya.

"Melakukan koordinasi dengan orang tua dan juga komite sekolah, melakukan pembinaan oleh kepala dan guru BK terhadap siswa pada hari Senin," ujar Inay.

Inay menjelaskan siswa yang mengikuti demo akan diberi sanksi sesuai dengan tata tertib masing-masing sekolahnya. "Sekolah ada tertibnya, akan diberikan sanksi sesuai ketentuan," imbuhnya.

Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) bakal menggelar aksi demonstrasi pada 11 April lusa di Jakarta. Polisi membenarkan telah menerima surat pemberitahuan aksi massa dari BEM SI.

"Sudah ada pemberitahuan ke Polda Metro yang kita terima pada hari Jumat siang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan saat dihubungi, Sabtu (9/4).

Zulpan mengatakan sejumlah persiapan pengamanan telah disiapkan terkait demonstrasi 11 April mendatang. Dia menyebut pihak kepolisian bakal memberikan pelayanan perihal aksi massa tersebut.

(drg/drg)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT