ADVERTISEMENT

RI Abstain di Voting PBB soal Penangguhan Rusia, PD Tunggu Langkah Nyata

Eva Safitri - detikNews
Sabtu, 09 Apr 2022 09:06 WIB
Anggota Komisi I DPR RI Fraksin Partai Demokrat Rizki Natakusumah
Rizki Natakusumah (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Pemerintah RI abstain di voting Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait penangguhan Rusia dari Dewan HAM. Anggota Komisi I DPR Rizki Natakusumah menunggu langkah nyata RI mengambil peran untuk mendamaikan Rusia-Ukraina melalui forum G20.

"Kami melihat bahwa yang lebih penting dari voting tersebut adalah alasan di baliknya dan langkah Indonesia selanjutnya, khususnya dalam menggelar G20. Kami menilai bahwa apa pun voting yang diambil Indonesia pada forum ini bisa diartikan dengan beragam interpretasi. Maka dari itu, kami menekankan pentingnya langkah nyata bagi Indonesia dalam menghadapi masalah ini," kata Rizki kepada wartawan, Jumat (8/4/2022).

Setelah RI mengambil langkah abstain, Rizki mengatakan harus ada tindak lanjutnya. Dia mengusulkan RI untuk menerapkan prinsip ASEAN Ways untuk tidak mengucilkan negara yang bermasalah serta tetap menjalin komunikasi.

"Jika memang sudah menentukan sikap untuk abstain, harus ada tindak lanjut agar permasalahan ini bisa diurai. Salah satu alternatifnya adalah dengan menerapkan prinsip ASEAN Ways yang tidak mengucilkan negara yang diduga bermasalah dan tetap menjalin komunikasi intensif agar terbangun confidence building. Kami harapkan adanya komunikasi dengan semua pihak, termasuk yang tengah bersengketa, bisa menjadi titik awal de-eskalasi dan penyelesaian damai," ujarnya.

Politikus Demokrat (PD) ini berharap RI tetap fokus mengambil peran dalam penyelesaian konflik Rusia-Ukraina melalui G20. Hal itu untuk menunjukkan suksesnya RI menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan G20.

"Yang tidak kalah penting adalah perlunya Indonesia untuk memantapkan standing point-nya dalam menyukseskan G20. Bukan malah ditekan dari kanan-kiri. Kami kira gelar sebagai tuan rumah harusnya bisa dimanfaatkan untuk menjadi agenda setter demi terpenuhinya kepentingan nasional Indonesia dan seluruh anggota G20," ujarnya.

Indonesia Dinilai Konsisten Netral

Anggota Komisi I DPR lain yang juga Fraksi Demokrat Anton Sukartono mengatakan sikap abstain RI menunjukkan kehati-hatian. Sekaligus mempertahankan posisi RI yang mendukung penyelesaian konflik secara diplomasi.

"Selain itu sikap Indonesia lainnya yang tidak memihak ke pihak manapun yakni sikap tidak memenuhi desakan Amerika bersama sekutunya untuk tidak mengundang Rusia dalam KTT G20. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia berhati-hati dan konsisten sebagai negara yang netral," ujarnya.

"Jadi dari awal terjadinya konflik Rusia-Ukraina, sikap Indonesia tetap mendorong agar semua pihak tetap mengedepankan perundingan dan diplomasi untuk menghentikan konflik dan mengutamakan penyelesaian konflik dengan konsisten menerapkan politik luar negeri bebas dan aktif," lanjutnya.

Anton mengatakan tidak mudah memutuskan suatu pilihan dalam voting tersebut. Pilihan itu kata Anton merupakan ujian politik luar negeri bebas aktif yang dianut RI.

"Pilihan sikap untuk setuju, menolak atau abstain memang tidak mudah. Pilihan tersebut merupakan sebagai ujian politik luar negeri bebas aktif kita. Oleh karena itu, terkait sikap abstain dalam Majelis Umum PBB tentang penangguhan Rusia dari Dewan Hak Asasi Manusia merupakan sikap kehati-hatian karena tuduhan pelanggaran HAM kepada Rusia perlu dilakukan penyelidikan lebih mendalam oleh Komisi Penyelidikan Independen Internasional yang di bentuk Dewan HAM," ucapnya.

Simak voting terkait penangguhan Rusia dari Dewan HAM, selengkapnya di halaman berikut

Saksikan Video 'Keanggotaan Rusia Ditangguhkan dari Dewan HAM PBB':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT