ADVERTISEMENT

Public Figure Akan Diperiksa soal DNA Pro Usai 9 Orang Jadi Tersangka

azh - detikNews
Jumat, 08 Apr 2022 17:52 WIB
gedung bareskrim polri
Gedung Bareskrim Polri (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Bareskrim Polri telah menetapkan sembilan tersangka dalam kasus robot trading DNA Pro. Sejumlah public figure nantinya akan diperiksa untuk kepentingan penyidikan di kasus ini.

"Jadi yang DNA Pro, perlu disampaikan kepada teman-teman bahwa memang ada beberapa public figure yang nantinya dijadwalkan oleh penyidik untuk dimintai keterangan," kata Kabag Penum Mabes Polri Kombes Gatot Repli Handoko kepada wartawan, Jumat (8/4/2022).

Gatot mengatakan penyidik masih memeriksa sejumlah pihak. Penyidik juga melacak aset pada kasus ini.

"Namun proses ini teman-teman penyidik sedang melakukan pemeriksaan yang sudah ada dulu dan melakukan tracing asset, nanti disampaikan kembali ada beberapa public figure yang akan dimintakan," ujarnya.

Lebih lanjut Gatot belum bisa membeberkan sosok public figure tersebut. Rencananya mereka akan dipanggil pekan depan.

"Inisial belum ada, hanya ada beberapa public figure. (Dipanggil) minggu depan, di sini," katanya.

Gatot juga mengatakan apabila public figure itu menerima hasil dari tindak pidana DNA Pro, penyidik tentu akan melakukan penyitaan.

"Kemudian juga diarahkan untuk apabila yang bersangkutan menerima hasil yang diduga itu adalah hasil kejahatan atau perbuatan yang dilakukan oleh kelompok DNA Pro itu juga diharapkan sama, nanti akan dilakukan pendataan dan penyitaan," ujarnya.

9 Orang Tersangka DNA Pro

Sebelumnya, polisi menetapkan sembilan orang sebagai tersangka kasus robot trading DNA Pro. Kasus ini diduga telah merugikan member-nya hingga Rp 97 miliar.

"Sembilan tersangka yang sudah kami tetapkan," ucap Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan saat konferensi pers, Kamis (7/3).

Whisnu menyebut ada lima tersangka lain yang kini sudah berstatus sebagai DPO. Pihaknya sampai saat ini masih melakukan pengejaran.

"Ada empat tersangka kami tangkap yakni ada R, RS, Y, dan F. Kami dalami, yang mudah-mudahan dalam waktu dekat kami ungkap dan tangkap pelakunya," jelas Whisnu.

(azh/jbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT