ADVERTISEMENT

Catat! Ini Daftar Daerah Tujuan Mudik Gratis Kemenhub dan Cara Daftarnya

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 08 Apr 2022 15:59 WIB
Sido Muncul kembali menggelar mudik gratis bagi pedagang jamu, Minggu (12/7/2015). Mudik bareng ini diikuti ribuan pedagang jamu. Para pedagang jamu mengikuti mudik gratis yang digelar Sido Muncul. Agung Pambudhy/detikcom.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kembali mengadakan program mudik gratis tahun 2022. Pemerintah menyiapkan 350 unit bus untuk 10.500 penumpang.

"Sebagaimana arahan Bapak Menteri Perhubungan, kami diminta untuk menyiapkan mudik gratis bagi masyarakat umum atau masyarakat yang akan mudik dengan sepeda motor," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, dalam keterangannya, Jumat (8/4/2022).

"Hanya saja tahun ini anggarannya tidak terlalu besar dan kisaran masyarakat yang dapat ditampung yaitu 10.500 penumpang yang ditampung dengan 350 unit bus. Pendaftaran dimulai tanggal 9 April dengan tujuan 14 kota di Jawa Tengah," imbuhnya.

Rinciannya, saat keberangkatan, pemerintah menyediakan 270 bus untuk mengangkut 8.100 penumpang. Sementara untuk aru balik, pemerintah menyediakan 80 bus untuk 2.400 penumpang.

14 kota tujuan program mudik gratis Kemenhub di antaranya:
1. Tegal
2. Semarang
3. Demak
4. Kudus
5. Boyolali
6. Solo
7. Klaten
8. Wonogiri
9. Wonosari
10. Yogyakarta
11. Magelang
12. Wonosobo
13. Kebumen
14. Purwokerto

Untuk tujuan arus balik, hanya ada 5 kota yakni Purwokerto, Semarang, Yogyakarta, Solo, dan Wonogiri.

Kemudian, pemerintah juga menyediakan 34 unit truk untuk mengangkut 1.020 unit motor. Keberangkatan mudik gratis ini direncanakan dimulai pada 28 April 2022.

"Diimbau bagi masyarakat untuk tidak mudik dengan sepeda motor apalagi dengan muatan yang sarat penumpang dan barang. Oleh karena itu, Ditjen Hubdat tahun ini kembali mempersiapkan mudik gratis dengan bus," jelas Budi.

Pendaftaran mudik gratis ini bisa dilakukan mulai pekan depan. Pendaftaran akan dilakukan secara online dan offline dengan mengisi formulir manual di lokasi pendaftaran.

Cara Pendaftaran

Masyarakat dapat mengakses laman www.mudikhubdat2022.com. Selanjutnya warga dapat login dan mengisi data lengkap, kemudian menunggu verifikasi dan validasi. Setelahnya calon pemudik dapat mengunduh dan mencetak QR e-tiket.

Selanjutnya, calon pemudik membawa QR e-tiket beserta data pendukung lainnya (KTP, Kartu Keluarga/KK, bukti vaksin) ke lokasi registrasi untuk mendapatkan nomor bus.

Syarat lainnya, calon pemudik wajib memiliki KTP dan KK, serta sudah divaksin lengkap (booster). Bagi calon pemudik yang baru vaksin dosis 2, diwajibkan membawa hasil tes antigan maksimal 1x24 jam atau PCR maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan.

Sementara bagi calon pemudik yang baru mendapatkan dosis 1, wajib membawa bukti tes PCR maksimal 3x24 jam sebelum pemberangkatan. Lalu bagi calon pemudik yang memiliki kondisi kesehatan khsusu, dapat membawa bukti hasil es PCR 3x24 jam dan surat keterangan rumah sakit pemerintah bahwa yang bersangkutan belum /tidak dapat mengikuti vaksinasi covid-19. Bagi anak-anak diwajibkan menyerahkan dokumen KK.

Selama pendaftaran dan proses keberangkatan, peserta mudik wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Bagi calon pemudik yang tidak mempenyai smartphone, maka dapat membawa bukti kartu vaksin atau booster.

Jangan Beli Tiket dari Calo

Budi mengimbau kepada para calon pemudik untuk tidak membeli tiket sembarangan. Terutama dari para calo.

"Sekarang semakin banyak penawaran tiket bus pariwisata untuk mudik dari EO atau koordinator dengan tarif yang lebih mahal. Dengan beragam alasan jadi kasihan masyarakat yang terlanjur beli tiket tersebut. Hal ini merusak tatanan sehingga saya berharap masyarakat jangan mudah tergiur oleh penawaran mudik yang bukan dari operator," tegas Budi.

Budi mengatakan pihaknya bakal melakukan pengawasan bagi kendaraan ilegal, termasuk bus dan travel. "Saya minta kepada Kepolisian nanti untuk melakukan penindakan," tambahnya.

Selain itu, Budi mengingatkan pemerintah untuk mengatur waktu perjalanannya agar tidak terjebak kepadatan lalu lintas. Puncak arus mudik diprediksi pada 30 April hingga 1 Mei.

(isa/jbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT