ADVERTISEMENT

Pemuda Tewas dalam Tawuran di Bekasi, Ortu Duga Salah Sasaran

Fakhri Fadlurrohman - detikNews
Jumat, 08 Apr 2022 13:48 WIB
Ilustrasi tawuran
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Bekasi -

Tawuran di Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menewaskan remaja berinisial DS (14). Orang tua korban, N (54), menduga anaknya menjadi korban salah sasaran.

"Kalau menurut saya, salah sasaran, karena anak saya alhamdulillah belum pernah tawuran. Ngaji, pesantren. Belum pernah anak saya tawuran," ujar N kepada wartawan, Jumat (8/4/2022).

N menceritakan komunikasi terakhir dengan anaknya. Kala itu, anaknya meminta izin pergi ke luar rumah untuk membeli mi goreng.

"Semalam anak saya minta duit Rp 20 ribu (pukul) 23.30 WIB untuk beli mi goreng. Saya kasih dia, itu bawa motor apa nggak saya nggak tahu. Dikabarin sama temennya pukul 01.30 WIB anak saya sudah tergeletak," ujar N saat dimintai konfirmasi.

N lalu membawa korban ke RSUD Kota Bekasi. Namun nahas, nyawa DS tidak tertolong setelah berada di rumah sakit.

"Saya nggak sadar apakah anak saya udah meninggal atau belum, akhirnya dibawa ke (Dokter) Jhonny. (Dokter) Jhonny tersebut tidak bisa menangani anak saya karena sudah koma, karena luka di bagian kepala sama dada, akhirnya dirujuk ke RSUD Kota Bekasi. Nah, di situ anak saya udah meninggal," ucapnya.

N bercerita bahwa anaknya merupakan sosok yang mandiri dan jarang keluar dari rumah. Ia menduga anaknya adalah korban salah sasaran dari aksi tawuran tersebut.

"Nggak pernah ke luar rumah, selalu bersih, nyuci motor sendiri, apa sendiri, sampai masak sahur juga saya yang dia masakin nyambel," tuturnya.

2 Orang Ditangkap

Polisi turun tangan menyelidiki kasus tawuran maut ini. Polisi menetapkan dua tersangka.

"Empat orang kami periksa. Lalu, dari empat orang tersebut, dua kami tetapkan sebagai tersangka. Satu berumur dewasa, satu lagi berusia 17 tahun," kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Gidion Arif Setyawan, dilansir Antara.

Aksi tawuran itu terjadi di Jalan Raya Tambun Utara, Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, pada Selasa (5/4) dini hari. Tawuran maut itu berawal dari perjanjian perang sarung antara kelompok pelaku yang tengah nongkrong di dekat musala dengan kelompok lainnya.

Saat tawuran berlangsung, rekan pelaku terkena sayatan diduga senjata tajam. Hal itu memicu amarah kelompok pelaku.

"Adik Tersangka terkena sayatan senjata tajam, diduga sabetan celurit. Kemudian pelaku bertemu dengan kelompok korban, lalu korban dipukuli hingga tersungkur," katanya.

(isa/mei)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT