Nakes COVID Bekasi Belum Dibayar, Anggota DPR Minta Pencairan Insentif Dikebut

Dwi Andayani - detikNews
Jumat, 08 Apr 2022 06:04 WIB
Jakarta -

Tenaga kesehatan yang menjadi relawan penanganan Corona atau COVID-19 di Bekasi, Jawa Barat, mengeluh belum menerima insentif. Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo menyayangkan hal tersebut.

"Saya kira pantas kita sayangkan, apalagi keterlambatan ini diterima oleh seorang relawan nakes, sehingga memprihatinkan sekali," ujar Rahmad Handoyo, saat dihubungi, Kamis (7/4/2022).

Rahmad Handoyo menuturkan memang adanya prosedur yang perlu dijalankan untuk mencairkan insentif. Namun menurutnya masalah insentif ini perlu menjadi prioritas agar pencairan dapat dipercepat.

"Meskipun harus disadari memang butuh prosedural, tetapi kalau kita memberikan prioritas dalam hal ini prioritas untuk segera proses pencairan, saya kira juga percepatanya bisa," tuturnya.

"Namun apapun demikian silahkan dibicarakan dengan baik antara dinas kesehatan, saya berharap ini bisa dibicarakan dengan baik-baik," sambungnya.

Rahmad Handoyo mengatakan seluruh daerah perlu memperhatikan insentif relawan dalam penanganan Covid. Sebab para nakes disebut sebagai garda terdepan dalam mengatasi Covid-19.

"Saya kira ini juga berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia ya, terkait dengan relawan-relawan ini, karena relawan ini juga menyangkut soal semangat dan garda terdepan pengendalian Covid-19 saya kira sudah sepantasnya untuk menjadikan penyelesaian nakes menjadi prioritas," imbuhnya.

Sebelumnya, tenaga kesehatan yang menjadi relawan penanganan Corona atau COVID-19 di Bekasi, Jawa Barat, mengeluh belum menerima insentif. Dinas Kesehatan (Dinkes) Bekasi berjanji pembayaran tuntas minggu depan.

Keluhan soal insentif ini disampaikan salah satu nakes yang menjadi relawan sejak 2021. Nakes tersebut mengaku dirinya menjadi relawan di GOR sejak Januari hingga Desember 2021.

Dia juga mengaku diminta lagi menjadi relawan pada Januari-Februari 2022. Dia mengaku dijanjikan insentif Rp 3,9 juta per bulan dan belum dibayar selama dua bulan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati membenarkan adanya keterlambatan pembayaran dana insentif para nakes yang relawan. Dia berjanji insentif itu dibayarkan minggu depan. Nakes ini mengaku sempat dipanggil oleh Dinkes Bekasi untuk membicarakan honor yang belum dibayarkan. Namun, katanya, tidak ada jawaban yang jelas dari pihak Dinkes.

"Pastinya ya wajar teman-teman relawan mengeluh karena belum disampaikan perihal honornya, tapi bukan berarti pemerintah mengabaikan, tidak," ucap Tanti, Kamis (7/4/2022).

(dwia/idn)