ADVERTISEMENT

Ngabalin Ngaku Namanya Sering Dicatut di Surat: KSP Terlalu Seksi

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Kamis, 07 Apr 2022 11:25 WIB
Jakarta -

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mendatangi Bareskrim untuk melaporkan kasus dugaan pencatutan namanya di surat sumbangan Rp 800 juta ke Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis. Ngabalin mengatakan nama-nama pejabat KSP sering dicatut.

"Banyak sekali yang ngaku-ngaku, banyak sekali orang yang mencatut nama Pak Moeldoko, Ibu Deputi, Pak Deputi, saya juga," kata Moeldoko di Bareskrim Polri, Kamis (7/4/2022).

Ngabalin menyebut KSP merupakan institusi yang seksi untuk dijual namanya. Dia menyebut ada orang pernah memalsukan tanda tangan Kepala KSP Moeldoko.

"Karena KSP ini terlalu seksi. Ini ada surat yang dibikin memalsukan tanda tangan Pak Moeldoko mengirim surat ke seseorang Jenderal polisi purnawirawan, bahwa yang bersangkutan akan diangkat menjadi Deputi 3 maka diminta data," ujarnya.

Ngabalin menegaskan KSP tidak memiliki kewenangan untuk mengeluarkan surat sumbangan. Dia yakin Polri dapat mengungkap kasus tersebut.

"Nggak ada kewenangan kami mengeluarkan surat-surat keluar itu nggak ada, tidak regulasi, tidak ada aturannya. Saya percaya bisa mengambil kerja-kerja yang sangat profesional dalam mengungkapkan apa di balik ini semua," ucapnya.

Sebelumnya, nama Ngabalin diduga dicatut untuk meminta sumbangan kepada Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis sebesar Rp 800 juta. Sumbangan itu disebut akan digunakan untuk santunan kepada anak yatim-piatu di bulan Ramadan dan akan dibagikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

(rak/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT