ADVERTISEMENT

Gaduh Albertina Ho Diadukan ke Dewas oleh Jaksa KPK yang Selingkuh

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 07 Apr 2022 04:36 WIB
Albertina Ho
Foto: Albertina Ho (ari/detikcom)
Jakarta -

Anggota Dewan Pengawas (Dewas) KPK Albertina Ho dilaporkan ke Dewas KPK diduga melanggar etik karena komplain ke pegawai RS sampai mendapatkan fasilitas khusus. Orang yang melaporkan Albertina diketahui Jaksa di KPK berinisial D yang dikenai sanksi etik karena ketahuan selingkuh dengan sesama pegawai.

D ketahuan selingkuh dengan perempuan berinisial S yang juga pegawai KPK. D dilaporkan oleh suami S ke Dewas KPK.

Putusan Dewas ke Jaksa D

Dalam duduk perkara disebutkan D dan S diadukan melakukan perbuatan pelanggaran perselingkuhan atau perzinaan yang dapat dikualifikasi sebagai perbuatan yang tidak mengindahkan kewajiban nilai dasar integritas yang diatur dalam Pasal 4 ayat (1) huruf n Peraturan Dewan Pengawas (Perdewas) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK.

Putusan perkara itu diketok pada 7 Maret 2022. Majelis etik yang diketuai Tumpak H Panggabean dibantu Indriyanto Seno Adji dan Syamsuddin Haris kemudian membacakan putusan pada Kamis, 10 Maret 2022. Total ada delapan orang yang dimintai keterangan sebagai saksi dalam persidangan etik tersebut dan 3 orang saksi meringankan.

Baik D maupun S dinyatakan terbukti bersama-sama bersalah melakukan perbuatan perselingkuhan dan melanggar nilai dasar integritas sebagaimana Pasal 4 ayat (1) huruf n Perdewas Nomor 3 Tahun 2021.

KPK Minta Semua Pihak Hormati Putusan Dewas

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri meminta semua pihak menghormati putusan Dewas KPK itu. Dia menyebut semua itu sudah menjadi kewenangan Dewas untuk memproses aduan yang masuk.

"Kami menyerahkan sepenuhnya proses penegakan kode etik Insan KPK kepada Dewan Pengawas. Hal ini sebagaimana kewenangan dan tugas Dewas yang diatur dalam Pasal 37B UU KPK," kata Ali kepada wartawan, Rabu (6/4).

"KPK mengajak semua pihak untuk menghormati proses dan putusannya, sekaligus memetik pelajaran untuk perbaikan kita bersama ke depannya," imbuhnya.

Ali mengklaim bila putusan Dewas KPK adalah bentuk komitmen KPK. Dia menyinggung perihal transparansi.

"Sanksi dan hukuman yang diberikan kepada para pegawai yang melanggar tersebut adalah bentuk zero tolerance KPK terhadap perbuatan-perbuatan yang melanggar kode etik KPK. KPK juga terus berkomitmen untuk menjunjung tinggi asas transparansi dalam penegakan kode etik ini. Kami berharap, upaya mitigasi dan pencegahan bisa diterapkan agar pelanggaran-pelanggaran etik tidak kembali terjadi," kata Ali.

Baca berita selengkapnya di halaman berikut

Lihat juga Video: Edhy Prabowo Dijebloskan ke Lapas Kelas I Tangerang

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT