Bantuan Rakyat RI untuk Palestina Terkumpul Rp 1,5 Miliar
Kamis, 25 Mei 2006 16:00 WIB
Jakarta -
Sejumlah tokoh mendeklarasikan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP). Komite ini dibentuk sebagi wujud solidaritas rakyat Indonesia kepada Palestina.Deklarasi dilakukan di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Kamis (15/2006). Terpilih menjadi Ketua KNRP, anggota DPR Suripto. Sementara tokoh-tokoh yang turut memberi dukungan antara lain Permadi, Arifin Panigoro, Marisa Haque, Almuzammil Yusuf, Yoyoh Yusroh, Patrialis Akbar dan Hajriyanto Tohari."KNRP lahir sebagai wujud solidaritas yang lintas kelompok, suku, agama dan ras," kata Suripto.Adapun program yang dipriopritaskan KNRP adalah penggalangan dana bagi Palestina. Disebutkan, pemerintah Palestina membutuhkan setidaknya US$ 2 miliar per tahun atau sekitar US$ 150 juta per bulannya."Mereka tidak memiliki lagi sumber dana setelah embargo. Karenanya mereka butuh bantuan dari negara-negara yang memiliki keberpihakan kepada mereka," kata Suripto. Selain itu KNRP akan mendesak pemerintah Indonesia memprakarsai dukungan dan bantuan kepada Palestina melalui organisasi internasional semacam OKI, Asean dan PBB."Sikap pemerintah harus lebih jelas. Kalau perlu upaya penggalangan dana semacam ini diambil alih oleh pemerintah," pinta Suripto. Anggota Komisi I DPR itu juga menyatakan, hingga saat ini KNRP telah mengumpulkan dana Rp 1,5 miliar. "Itu belum termasuk bantuan dari daerah yang belum sampai ke tangan kami. Juga masih ada bantuan dari berbagai lembaga donor," jelas Suripto. Pada kesmepatan itu, tokoh nasioanl Palestina Mohammad A Adlouni menyatakan, saat ini kondisi rakyat Palestina sangat sulit setelah embargo AS dan sekutunya."Embargo ini adalah upaya untuk menghentikan perjuangan kami, hingga kami menyerahkan sepenuhnya Jerussalem kepada mereka," kata Adlouni. Adlouni menyatakan, kedatang ke Indonesia untuk menunjukkan rakyat Palestian tidak sendirian menghadapi keadaan sulit ini. Rakyat Palestina masih memiliki kekuatan dalam mengatasi segala embargo dari AS dan sekutunya"Kami percaya bahwa semua kekayaan, uang adalah kembali kepada Allah dan bukan kepada AS. Kami masih memiliki kekuatan dari Allah," demikian Adlouni.
(iy/)










































