Kutuk Serangan Houthi, Erdogan Dukung Penuh Arab Saudi

Kutuk Serangan Houthi, Erdogan Dukung Penuh Arab Saudi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 04 Agu 2026 12:39 WIB
Foto: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (AFP/LUDOVIC MARIN)
Foto: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (AFP/LUDOVIC MARIN)
Jakarta -

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengutuk serangan kelompok pemberontak Houthi di Yaman terhadap kapal-kapal di Laut Merah. Erdogan juga menyampaikan dukungan penuh Turki untuk Arab Saudi selama percakapan telepon dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) pada hari Senin (3/8) waktu setempat.

"Beliau juga menyambut baik pembentukan aliansi pertahanan maritim multinasional yang dipimpin Saudi dan mendoakan keberhasilannya dalam mencapai tujuannya," lapor kantor berita resmi Saudi, Saudi Press Agency (SPA), dilansir AFP, Selasa (4/8/2026).

SPA melaporkan, Erdogan dan MBS juga membahas perkembangan regional, hubungan bilateral, dan cara untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, pemerintah Arab Saudi telah mengumumkan pembentukan koalisi pertahanan maritim internasional untuk Laut Merah, menyusul blokade maritim yang diberlakukan Houthi. Koalisi ini dimaksudkan untuk memperkuat kerja sama di tengah meningkatnya ketegangan regional dan maraknya serangan terhadap jalur pelayaran utama di perairan strategis tersebut.

Inisiatif tersebut, seperti dilansir Al Arabiya dan Anadolu Agency, Jumat (31/7/2026), diungkapkan oleh Kementerian Pertahanan Saudi menyusul pertemuan yang diselenggarakan oleh Riyadh, yang mempertemukan perwakilan dari 43 negara dan Uni Eropa pada Kamis (30/7) waktu setempat.

Kementerian Pertahanan Saudi menyatakan bahwa koalisi tersebut akan melindungi jalur pelayaran internasional, kebebasan navigasi, dan perdagangan global, khususnya di Laut Merah, Selat Bab el-Mandeb, dan Teluk Aden.

Gagasan ini disampaikan setelah Houthi yang didukung Iran, memberlakukan blokade maritim terhadap Saudi sejak 20 Juli lalu. Houthi juga mengklaim telah menyerang kapal-kapal terkait Saudi di Laut Merah yang dianggap melanggar blokade tersebut.

Pembentukan koalisi tersebut, untuk saat ini, didukung oleh 14 negara, termasuk Saudi, dari total 43 negara yang hadir. Kuwait, Bahrain, Qatar, Turki, Pakistan, Yordania, Mesir, Sudan, Somalia, Djibouti, dan Bangladesh termasuk di antara negara-negara yang menandatangani pernyataan bersama untuk mendukung pembentukan koalisi tersebut.

Tonton juga video "Rudal Israel ke Lebanon-Suriah Ancam Turki, Erdogan: Tak Bisa Dibiarkan"

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait