Reog hingga Rendang, Ini 14 Warisan Budaya RI Mau Diakui Malaysia

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 06 Apr 2022 19:35 WIB
Polisi dan Marinir turut memeriahkan Hari Raya Trisuci Waisak di pelataran Museum Fatahillah Jakarta, Minggu (6/5/2018). Mereka menggelar parade reog dan barongsai.
Ilustrasi / Penampilan Reog Ponorogo (Foto: Rio Soebekti/detikcom)
Jakarta -

Upaya Malaysia mengklaim warisan budaya Indonesia kembali menjadi sorotan. Kali ini Menko PMK Muhadjir Effendy menggalang dukungan masyarakat agar warisan budaya Indonesia tak dicuri negara lain.

Muhadjir mengatakan Reog Ponorogo telah menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Indonesia. Dia mengupayakan Reog tercatat di Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO).

Kabar Reog hendak diklaim Malaysia awalnya ramai diberitakan akhir 2007. Situs Kementerian Kebudayaan, Kesenian dan Warisan Budaya Malaysia memasang gambar reog. Hal ini memicu reaksi dari masyarakat Indonesia.

Muhadjir menyebut Malaysia juga berencana mengusulkan Reog ke UNESCO. Dia meminta agar pemerintah Ponorogo secepatnya mengusulkan Reog Ponorogo ke UNESCO dan mempersiapkan data yang diperlukan.

"Untuk Reog, Negara Malaysia rencananya mau ajukan juga, maka dari itu kita harus lebih dulu. Karena ini kan sudah menjadi budaya dan warisan kita," ujar Muhadjir dalam keterangan tertulis yang dikutip, Selasa (5/4/2022).

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga Didik Suhardi, mengatakan berkas pengusulan dan kelengkapan Reog telah diterima oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek melalui Direktorat Pelindungan Kebudayaan serta telah diajukan kepada Sekretariat ICH UNESCO pada 31 Maret 2022. Reog diusulkan beserta nominasi lainnya, yaitu Tempe, Jamu, Tenun Indonesia dan Kolintang.

13 Warisan Budaya Lain Hendak Diklaim Malaysia

Upaya Malaysia mengklaim warisan budaya Indonesia sudah terjadi berkali-kali. Setidaknya, selain reog, tercatat ada 12 warisan budaya lain yang hendak diklaim Malaysia.

Warisan budaya tersebut berupa tarian, lagu, makanan, alat musik, pakaian, olahraga, hingga alat kesenian.

Berikut daftarnya:

1. Pencak Silat

UNESCO secara resmi menetapkan pencak silat dari Indonesia sebagai warisan budaya tak benda. Penetapan tersebut dilakukan saat sidang ke-14 Intergovernmental Commitee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Bogota, Kolombia, Kamis (12/12/2019).

Pencak silat masuk UNESCOPencak silat masuk UNESCO Foto: (UNESCO)

Sidang tersebut sepakat menetapkan bahwa pencak silat masuk ke dalam UNESCO Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity.

Direktur Jenderal Kebudayaaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid menyampaikan bahwa proses penetapan pencak silat sebagai warisan tak benda sejatinya cukup panjang, 2 tahun sejak diusulkan pada 2017 silam. Sebelum ditetapkan, usulan tersebut menjalani proses seperti pemeriksaan oleh komite, tim ahli sampai kemudian ditetapkan sebagai warisan tak benda UNESCO pada Kamis (12/12).

Selain Pencak Silat dari Indonesia, sidang UNESCO juga menetapkan sekitar 15 usulan warisan tak benda dari negara lain termasuk Silat dari Malaysia. Hal ini mendapat sorotan dari netizen di media sosial karena persoalan "saling klaim" satu sama lain.

2. Wayang Kulit

Desainer Malaysia, Jaemy Choong, pernah menjadi sorotan karena dianggap mengklaim wayang kulit.

Klaim tersebut lalu sempat diaplikasikan ke motif sepatu Adidas. Warganet Indonesia murka dan menggeruduk akun Instagram Singapura. Pihak Adidas Singapura lalu minta maaf.

Malaysia kembali dituduh mencontek budaya Indonesia karena Miss Grand Malaysia memakai kostum wayang kulit. Miss Grand Malaysia 2019 Mel Dequanne Abar memakai kostum nasional bertema wayang kulit untuk berlaga di ajang Miss Grand International yang digelar di Venezuela.

Pagelarang wayang kulit di festival banyuwangi 2021Pagelarang wayang kulit di festival banyuwangi 2021 Foto: (Ardian Fanani/detikcom)

3. Lagu Rasa Sayange

Malaysia juga pernah mengklaim lagu Rasa Sayang Sayange milik mereka. Menurut Ketua Partai Oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, klaim sejumlah lagu rakyat Indonesia oleh Malaysia merupakan bentuk arogansi Pemerintah Malaysia.

Ramainya klaim oleh Malaysia sempat membuat masyarakat Indonesia protes hingga membuat plesetan Visit Malaysia menjadi Visit Malingsia.

"Saya pribadi juga sebenarnya kesal, tapi di sini posisi saya adalah sebagai pemimpin. Jadi harus bisa bersikap tenang dan berpikir jernih, tidak terbawa emosi," kata Menteri Kebudayaan dan Parawisata, Jero Wacik, saat jumpa pers Akhir Tahun 2007.

Simak budaya Indonesia lain yang diklaim Malaysia di halaman selanjutnya.



Simak Video "Geliat Makassar Bangkitkan Pariwisata Sekaligus Pupuk Cinta Budaya"
[Gambas:Video 20detik]