Teguran Keras Jokowi Jadi Sinyal Reshuffle? Ini Kata Stafsus Mensesneg

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Rabu, 06 Apr 2022 19:12 WIB
Presiden Jokowi kembali menegur keras menteri-menterinya di Kabinet Indonesia Maju. Terbaru di sidang kabinet paripurna kemarin. Sinyal reshuffle?
Presiden Jokowi (Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Teguran keras yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kurun waktu dua pekan memunculkan teka-teki sinyal kocok ulang atau reshuffle kabinet. Stafsus Mensesneg Faldo Maldini mengatakan reshuffle merupakan hak prerogatif Jokowi.

"Kalau dikaitkan dengan reshuffle, jangankan Presiden negur menteri, soal hari saja orang udah kait-kaitkan dengan reshuffle. Tiap mau Rabu Pon, teman-teman media langsung tanya reshuffle. Saya pun kadang tidak paham kapan Rabu Pon. Saya tidak punya kalender Jawa," kata Faldo kepada wartawan, Rabu (6/4/2022).

Faldo menyebut evaluasi memang selalu dilakukan untuk memperbaiki yang masih kurang. Sektor yang sudah berjalan baik akan terus ditingkatkan.

"Soal reshuffle hanya Presiden yang tahu waktu tepatnya, jadi atau tidak, namun tim yang sudah ada saat ini sudah bekerja dengan optimal, meskipun perlu terus evaluasi dan peningkatan. Evaluasi sudah rutin dilakukan. Ada yang sudah baik dibuat lebih baik lagi. Yang lemah diperkuat. Yang lambat dipercepat," imbuh Faldo.

Lebih lanjut, Faldo berbicara Jokowi sebagai pemimpin workaholic. Jokowi selalu meminta para pembantunya menyelesaikan pekerjaan yang telah diperintahkan.

"Semuanya sudah kerja baik, namun tentu ada yang perlu ditingkatkan. Presiden Jokowi kan memang pemimpin yang workaholic. Melihat sesuatu yang harus dikerjakan, ya harus selesai. Itu dorongan buat pembantu-pembantu Presiden," ujar Faldo.

Teguran terbaru Jokowi sebelumnya disampaikan langsung di depan muka para menteri Kabinet Indonesia Maju dalam sidang kabinet paripurna pada 5 April 2022 yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (6/4). Masalah kenaikan harga hingga pernyataan yang tak berpihak pada kondisi rakyat jadi sebab Jokowi menegur para pembantunya.

Jokowi mewanti-wanti para pembantunya agar memperhatikan betul ucapan yang dilontarkan kepada masyarakat.

"Seluruh yang hadir di sini, anggota kabinet, kepada semua menteri, kepala lembaga, agar kebijakan yang diambil itu tepat," kata Jokowi.

"Sikap-sikap kita, kebijakan-kebijakan kita, pernyataan-pernyataan kita harus memiliki sense of crisis. Harus sensitif terhadap kesulitan-kesulitan rakyat," ujar Jokowi.

Jokowi menyentil nihil penjelasan dari jajarannya terkait harga minyak goreng kepada masyarakat. Jokowi meminta jajarannya hati-hati karena dikhawatirkan muncul anggapan pemerintah tak bekerja.

"Jangan sampai kita ini seperti biasanya dan tidak dianggap oleh masyarakat melakukan apa-apa, tidak ada statement, tidak ada komunikasi harga minyak goreng sudah 4 bulan, tidak ada penjelasan apa-apa, kenapa ini terjadi," kata Jokowi.

Jokowi juga menyinggung tak ada penjelasan terkait harga Pertamax naik. Dia meminta jajarannya memiliki empati kepada rakyat.

"Yang kedua Pertamax, menteri juga tidak memberikan penjelasan apa-apa mengenai ini. Hati-hati, kenapa Pertamax, diceritain dong pada rakyat. Ada empati kita gitu loh, nggak ada. Yang berkaitan dengan energi, nggak ada," ujar Jokowi.

Jokowi meminta ada penjelasan kepada publik setiap ada perkembangan mengenai urusan kebutuhan pokok. Jangan sampai, kata Jokowi, pemerintah dianggap tidak kerja. Jokowi juga meminta para menteri tidak membuat polemik di masyarakat. Larangan itu termasuk soal polemik penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.

(knv/gbr)