ADVERTISEMENT

Munarman dalam 3 Bingkai: Emosi, Tawa di Tuntutan dan Santai Divonis Bui

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 06 Apr 2022 14:21 WIB
Pemblokiran Rekening FPI itu Mirip Cara Zionis dan Kafir Quraisy
Munarman (dok. detikcom)

Tertawa Saat Sidang Tuntutan

Munarman juga pernah menanggapi tuntutannya dengan tertawa. Pengacara Munarman, Aziz Yanuar, mengatakan Munarman menampilkan ekspresi tertawa saat mendengar tuntutan jaksa. Aziz menyebut Munarman mengira dia dituntut hukuman mati.

"Ketawa-tawa saja, nggak serius, harusnya mati tuntutannya," kata Aziz usai sidang tuntutan di PN Jakarta Timur, Senin (14/3/2022).

Sidang pledoi atau pembelaan dibacakan Munarman di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (21/3/2022). Munarman menyerang, menyebut dirinya adalah target, hingga menyebut pelapornya ingin naik pangkat.

Dia menyebut dirinya sudah ditarget. Kesalahan dirinya pun dicari-cari.

"Modus operandi fitnah dan rekayasa seperti ini dilakukan karena memang faktanya saya tidak ada kaitan dengan teroris mana pun dan tindakan teroris mana pun namun karena tidak ada bukti hukum apa pun, tapi targetnya saya harus masuk penjara," kata Munarman saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Senin (21/3/2022).

Vonis 3 Tahun Bui

Hari ini, Munarman mendapat vonis 3 tahun bui terkait perkara kasus terorisme. Munarman dinyatakan bersalah membantu atau memudahkan pelaku tindak pidana terorisme.

"Menyatakan Terdakwa Munarman secara hukum telah terbukti secara sah meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana terorisme," ujar hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (Jaktim), Rabu (6/4/2022).

"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa pidana penjara selama 3 tahun," sambungnya.

Munarman dinyatakan bersalah melanggar Pasal 13 C Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang telah ditetapkan menjadi UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi UU juncto UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas UU 15 Tahun 2003 tentang penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Hakim juga menjelaskan alasan vonis ini berbeda dengan tuntutan jasa. Ternyata perbuatan Munarman yang dinyatakan bersalah bukanlah perihal menggerakkan aksi terorisme. Lantas apa?

"Kami berbeda pendapat dengan jaksa, jaksa berpendapat yang terbukti dakwaan kedua, majelis hakim berpendapat yang terbukti dakwaan ketiga," ujar hakim.

Setelah mendengarkan vonis ini, Munarman mengajukan banding atas putusan yang telah dibacakan oleh hakim.

"Saudara punya pilihan, menerima, pikir-pikir, atau banding. Begitu juga dengan penuntut umum," kata hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (Jaktim).

Tim penasihat hukum Munarman pun sempat berdiskusi setelah hakim membacakan putusan. Munarman akhirnya mengajukan banding.

"Baik, majelis hakim, setelah kami rapat dengan Terdakwa, kami menyatakan banding atas putusan ini," kata penasihat hukum Munarman.

Bukan hanya Munarman, jaksa penuntut umum juga mengajukan banding atas putusan Munarman.

"Begitu juga dengan penuntut umum?" tanya hakim pada penuntut umum.

"Baik, kami ajukan banding," jelas jaksa.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT