Menlu: RI Pertimbangkan Bantuan Kemanusiaan untuk Rakyat Ukraina

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 06 Apr 2022 12:27 WIB
Rapat Komisi I DPR dengan Kemlu RI, Rabu (6/4/2022). (Firda Cynthia Anggrainy/detikcom).
Rapat Komisi I DPR dengan Kemlu RI, Rabu (6/4/2022). (Firda Cynthia Anggrainy/detikcom)
Jakarta -

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan Ukraina dalam beberapa kali kesempatan meminta bantuan ke beberapa negara, termasuk RI. Permintaan bantuan itu berupa pangan, yang disebut sudah menipis.

"Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina menyampaikan bahwa bahan pangan sudah sangat menipis. Karena itu, Ukraina dalam beberapa kali kesempatan telah meminta bantuan kemanusiaan kepada semua negara, termasuk Indonesia, terutama dalam bentuk bahan pangan," kata Retno dalam rapat bersama Komisi I DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/4/2022).

Retno mengatakan RI tengah mempertimbangkan untuk memberikan bantuan kepada rakyat Ukraina. Menurutnya, ini demi kemanusiaan rakyat Ukraina.

"Dan demi kemanusiaan, Indonesia sedang mempertimbangkan untuk memberi bantuan kemanusiaan untuk rakyat Ukraina," ujarnya.

Retno mengatakan pihaknya pun tengah menjalani komunikasi dan konsultasi ke beberapa negara terkait konflik Rusia vs Ukraina. Retno menekankan Indonesia selalu konsisten menghormati kedaulatan wilayah.

"Pada saat berbicara mengenai prinsip, dalam hal ini adalah penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah, Indonesia selalu konsisten. Konsistensi ini ditunjukkan Indonesia pada saat pemungutan suara di sidang majelis umum PBB di mana Indonesia voted yes untuk resolusi aggression against Ukraine pada 2 Maret dan resolusi humanitarian consequences of the aggression against Ukraine pada 24 Maret," ujarnya.

Retno menyatakan perang harus dihentikan. Jika tidak, menurutnya, jumlah korban berjatuhan akan semakin banyak.

"Yang kedua, statement atau pernyataan yang konsisten disampaikan Indonesia adalah bahwa perang harus segera dihentikan. Jika tidak, situasi kemanusiaan akan semakin buruk di Ukraina. Saat ini lebih dari 4,2 juta orang telah mengungsi keluar dari Ukraina, sementara 6,5 juta orang harus menjadi pengungsi internal. Jumlah korban jiwa juga semakin besar," ujarnya.

Retno mengatakan Indonesia mendukung perundingan Ukraina dan Rusia. Dia menyebut perundingan perlu dilakukan masif untuk menyelesaikan konflik tersebut.

"Indonesia mengharapkan perundingan di antara kedua belah pihak terus diintensifkan guna mencari penyelesaian damai. Gencatan senjata diperlukan agar bantuan kemanusiaan dapat diberikan dan dengan izin pimpinan dan anggota," ujarnya.

"Apabila diperlukan mengenai kemajuan detail perundingan yang kami terus pantau dan komunikasikan dengan pihak-pihak terkait kami siap menyampaikan dalam forum tertutup," kata Retno.

(eva/gbr)