Timtim Tegang, KBRI Belum Keluarkan Peringatan
Rabu, 24 Mei 2006 20:06 WIB
Dili - Pertempuran sengit terjadi antara kelompok kontra pemerintah dan aparat keamanan Timor Leste. Situasi kota pun menegang. Namun Kedutaan Besar Indonesia di kota Dili belum mengeluarkan peringatan kepada warga.Akhirnya, sekitar 3 ribu WNI yang bekerja di Dili mencari perlindungan keamanan masing-masing. Sementara, diplomat Indonesia berkumpul di kantor kedutaan sambil menunggu penjelasan resmi pemerintah Timor Leste tentang kejadian tersebut.Kedua kubu ini terlibat kontak senjata di 3 pintu utama menuju kota Dili. Pertempuran berkonsentrasi di Tasitulu, Tibar dan di wilayah pegunungan selatan kota Dili.Keduanya bertempur berupaya merebut kota Dili. Ribuan warga pun telah dievakusi ke gereja-gereja di kota Dili dan sebagian justru mengungsi ke hutan-hutan terdekat.Arus eksodus ke wilayah perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT) tertutup. Hal ini dikarenakan sebagian jalan menuju ke Motaain (wilayah perbatasan Kabupaten Belu, NTT) diblokir di sekitar distrik Likuisa, Timor Leste.Sampai berita ini diturunkan, situasi kota Dili masih mencekam dan aparat keamanan setempat belum dapat mengatasi. Lampu-lampu jalan pun dipadamkan dan sebagian rumah dikosongkan oleh warga. Seperti diketahui, Presiden Timor Leste Xanana Gusmao telah meminta bantuan pasukan keamanan dari PBB, yakni pasukan dari Australia, New Zealand, Portugal dan Malaysia. Namun, pasukan Australia baru akan tiba di Dili dalam 48 jam ke depan.
(wiq/)











































