Plt Wali Kota Bekasi Imbau Warga Tak Gelar Buka Puasa Bersama

ADVERTISEMENT

Plt Wali Kota Bekasi Imbau Warga Tak Gelar Buka Puasa Bersama

Fakhri Fadlurrohman - detikNews
Selasa, 05 Apr 2022 14:40 WIB
Wakil Wali Kota Tri Adhianto.
Tri Adhianto (Foto: dok. detikcom)
Bekasi -

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengimbau masyarakat tidak melakukan buka bersama (bukber) dan open house. Hal tersebut untuk menjaga penyebaran COVID-19 tidak terlalu masif.

"Imbauanlah, kan menjaga supaya jangan sampai penyebarannya menjadi masif," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bekasi Tri Adhianto ketika dihubungi pada Selasa (5/4/2022).

Tri mengatakan tak ada sanksi mengenai hal ini. Dia meminta warga tak terlalu kaku menyikapi imbauan agar tak digelar buka bersama ini.

"Artinya kan tidak ada sanksi juga, kita hanya meluruskan perintah dari Sekretariat Negara. Kalau misalnya ada (bukber) dalam skala kecil, ya menyikapinya jangan terlalu kaku," ucapnya.

Selain itu, Pemkot Bekasi masih meniadakan program Tarawih keliling karena penyebaran COVID-19. Walau Kota Bekasi terhitung menurun jumlah kasus aktif hariannya, kata Tri, masih ada transformasi pergerakan manusia dari dan menuju Jabodetabek.

"Biasanya kita melakukan Tarawih keliling, sekarang ini tidak kita laksanakan, kita masih jagalah walaupun sekarang ini kecil sekali kasus COVID-19," tuturnya

"Tapi kita mencegah, menghindari transformasi pergerakan, arena pergerakan yang paling banyak itu kan munculnya dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dengan tujuan salah satunya Jabodetabek," sambungnya.

Sebelumnya diberitakan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kota Bekasi, Karto, mempersilakan aparatur sipil negara (ASN) menggelar buka puasa bersama dan open house. Namun ada sejumlah syarat yang harus dipatuhi.

"Buka puasa bersama dan open house diperbolehkan," ujar Karto ketika dimintai konfirmasi, Rabu (30/3).

Menurut Karto, ASN Pemkot Bekasi boleh menggelar bukber dan open house dengan catatan menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran Corona. Salah satunya, kata dia, dengan vaksinasi Corona minimal dua kali.

"Asalkan selalu menggunakan prokes yang dianjurkan pemerintah dan sudah divaksin minimal sudah dua kali," tuturnya.

Simak juga 'KPK Tetapkan Eks Walkot Bekasi Pepen Tersangka Pencucian Uang':

[Gambas:Video 20detik]



(lir/lir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT