ADVERTISEMENT

KPK Panggil Rombongan Camat Kota Bekasi Dalami Kasus TPPU Rahmat Effendi

M Hanafi Aryan - detikNews
Selasa, 05 Apr 2022 12:02 WIB
Logo, ilustrasi, gedung Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK)
Ilustrasi saksi KPK (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

KPK memanggil sejumlah camat di wilayah Kota Bekasi terkait kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi alias Pepen. Para camat itu akan dimintai keterangan sebagai saksi.

Hal itu disampaikan oleh Plt Jubir KPK Ali Fikri, Selasa (5/4/2022). Dalam daftar periksa KPK, terdapat enam camat di wilayah Bekasi yang dipanggil KPK. Mereka adalah Camat Bekasi Utara Zalaludin, Camat Bekasi Timur Widi Tiawarman, Camat Pondok Gede Nesan Sujana, Camat Bantargebang Asep Gunawan, Camat Mustikajaya Gutus Hermawan, dan Camat Jatiasih Mariana.

Dalam pemeriksaan itu, KPK juga memanggil sejumlah penyelenggara pemerintahan lainnya, seperti Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Marisi; Sekretaris BPKAD, Amsiah; dan ASN Inspektorat, Dian Herdiana.

Sebelumnya, KPK memanggil sejumlah Kepala Dinas Pemerintahan Kota Bekasi. Ada dugaan, Pepen memerintahkan para ASN untuk mengumpulkan uang yang digunakannya untuk berinvestasi pribadi.

"Dugaan adanya pengumpulan sejumlah uang dari para ASN di berbagai SKPD pada Pemkot Bekasi atas perintah Tersangka RE yang diperuntukkan bagi investasi pribadi Tersangka RE dimaksud," ucap Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (5/4).

Diketahui, KPK kembali menjerat Rahmat Effendi alias Pepen dengan sangkaan baru. Kali ini, KPK menduga Pepen melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

KPK menduga Pepen berupaya menyembunyikan atau menyamarkan harta kekayaan yang berasal dari hasil korupsi. Segera, KPK akan melengkapi berkas perkara ini seperti alat bukti dan saksi.

(zap/zap)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT