Kemensos Bakal Kembalikan PPKS Gadungan ke Daerah Asal

Wildan Noviansah - detikNews
Selasa, 05 Apr 2022 14:25 WIB
Sekjen Kemensos, Harry Hikmat, saat jumpa pers di Kantor Kemensos,
Sekjen Kemensos Harry Hikmat (tengah) (Foto: WIldan Noviansyah/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan asesmen terhadap Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) menjelang lebaran. Ini dilakukan sebagai langkah untuk mengantisipasi PPKS gadungan.

"Jelang lebaran ada PPKS katakanlah yang gadungan nanti kita laporkan. Nanti kami akan lakukan penjangkauan, asesmen, kemudian kita pastikan bagaimana intervensi layanannya," kata Sekjen Kemensos Harry Hikmat di Kantor Kemensos RI, Jakarta Pusat, Selasa (5/4/2022).

Jika kedapatan PPKS gadungan, kata Harry, nantinya mereka akan dikembalikan ke tempat asalnya. Namun jika betul mereka adalah PPKS, Harry menyebut Kemensos akan memberikan bantuan.

"Kalau ternyata mereka bukan orang yang membutuhkan kita dorong mereka dikembalikan ke tempat asal. Tapi kalau mereka membutuhkan, manusia gerobak yang memang riil, kita upayakan berikan dukungan bahkan yang mereka butuh tempat tinggal kita ajak tinggal di Balai," ujarnya.

Selain itu, Harry mengatakan Mensos Tri Rismaharini mengingatkan untuk melakukan pengecekan terhadap PPKS dan manusia gerobak yang ada di jalanan.

"Ibu (Mensos Risma) selalu mengingatkan cek anaknya cek istrinya. Kalo ketemu anak yang di jalan cek bapaknya. Dan ini penting di kementerian, karena biasanya parsial. Direktorat anak ngurusin anaknya, keluarga ngurus keluarga. Ini nggak boleh lagi harus bersinergi antar direktorat. Praktik di lapangan sudah sangat berbeda respons kasus kita," kata dia.

Harry mengatakan para PPKS itu akan di bawa ke Balai Rehabilitasi Pangudi Luhur, Bekasi. Di sana, mereka akan mendapatkan pelatihan hingga sekolah bagi anak-anak.

"Dan ibunya, atau bapaknya yang tadinya pemulung nanti diberdayakan jadi pengolah daur ulang sampah seperti yang di Pangudi Luhur. Sekarang sudah punya pengolahan limbah yang besar. Misahin sampah organik nonorganik, kemudian juga daur ulang masuk conveyor, terus hasilnya dibungkus jadi karung. Itu sudah lancar dilakukan," kata dia.

"Istrinya diberdayakan diberikan pelatihan kuliner dan mereka bisa dagang di sentra kreasi atensi. Anaknya disekolahkan," imbuhnya.

Simak juga 'Cerita Megawati Panggil Risma Gegara Ngamuk soal Banjir NTT':

[Gambas:Video 20detik]