ADVERTISEMENT

KPK Duga Walkot Bekasi Minta Jajaran Kumpulkan Duit untuk Investasi Pribadi

M Hanafi Aryan - detikNews
Selasa, 05 Apr 2022 11:22 WIB
Walkot Effendi Tiba di KPK
Foto Rahmat Effendi (tengah): (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

KPK mendalami dugaan perintah Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi atau Pepen ke aparatur sipil negara (ASN) di Bekasi terkait pengumpulan uang guna investasi pribadi Pepen. Sejumlah kepala dinas (Kadis) dan pejabat Pemkot lain pun diperiksa.

"Dugaan adanya pengumpulan sejumlah uang dari para ASN di berbagai SKPD pada Pemkot Bekasi atas perintah Tersangka RE yang diperuntukkan bagi investasi pribadi Tersangka RE dimaksud," ucap Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (5/4/2022).

Plt Jubir KPK Ali Fikri menyebut KPK telah memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangannya terkait dugaan ini. Para saksi yang diperiksa di gedung Merah Putih KPK, kuningan, Jaksel pada Senin (4/4) antara lain:

- Kepala Dinas Kesehatan, Tanti Rohilawati;
- Kepala Dinas Perhubungan, Dadang Ginanjar;
- Kepala Dinas Bina Marga, Arif Maulana;
- Sekwan DPRD Kota Bekasi, Hanan;
- Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan Daerah, Aan Suhanda;
- Kasatpol PP, Abi Hurairoh;
- Kabid Pelayanan Medik RSUD, Rina Oktavia;
- Direktur Utama Rsud Kota Bekasi, Kusnanto;
- Kepala Bkpsdm (Kota Bekasi), Karto.

Namun, dalam pemeriksaan itu, ada satu orang yang tidak hadir yakni Kadis Lingkungan Hidup, Yayan Yuliana. KPK akan segera melakukan penjadwalan ulang terhadapnya.

Sebelumnya, KPK kembali menjerat Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi alias Pepen sebagai tersangka kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU). Oleh sebab itu, KPK akan melakukan penyelidikan baru terhadap dugaan pencucian uang Pepen.

"Tim penyidik menemukan adanya dugaan tindak pidana lain yang dilakukan Tersangka RE (Rahmat Effendi) sehingga dilakukan penyidikan baru dengan sangkaan TPPU," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (4/4).

Ali menyebut ada upaya Pepen untuk menyembunyikan atau menyamarkan harta kekayaan yang didapat dari hasil korupsi. Oleh karena itu, KPK akan segera melengkapi alat bukti dan saksi untuk pendalaman lebih lanjut.

"Dari serangkaian perbuatan Tersangka RE tersebut di antaranya dengan membelanjakan, menyembunyikan, atau menyamarkan kepemilikan sebenarnya atas harta kekayaan yang patut diduga dari hasil tindak pidana korupsi. Tim penyidik segera mengumpulkan dan melengkapi alat bukti, di antaranya dengan menjadwalkan pemanggilan saksi-saksi," ucap Ali.

Diketahui, Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi alias Pepen terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (5/1) di Bekasi, Jawa Barat. Setelahnya, Pepen resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus jual beli jabatan serta pengadaan barang dan jasa.

"Penerimaan sesuatu oleh penyelenggara negara terkait pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di Kota Bekasi," kata Ketua KPK Firli Bahuri di gedung Merah Putih KPK, Kamis (6/1).

Simak Video: KPK Tetapkan Eks Walkot Bekasi Pepen Tersangka Pencucian Uang

[Gambas:Video 20detik]



(zap/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT