Serahkan Bukti 'Luhut di Tambang Papua', Haris Azhar Minta Tak Diabaikan

ADVERTISEMENT

Serahkan Bukti 'Luhut di Tambang Papua', Haris Azhar Minta Tak Diabaikan

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 23 Mar 2022 20:29 WIB
Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti sedianya menjalani mediasi dengan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan soal kasus dugaan pencemaran nama baik. Tetapi, mediasi batal digelar hari ini.
Haris Azhar (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Haris Azhar dilaporkan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan ke polisi atas tuduhan terlibat bisnis tambang di Papua. Haris Azrah menegaskan dirinya punya bukti-bukti soal dugaan keterlibatan Luhut di bisnis tambang Papua itu.

Siang tadi, Haris Azhar ke Polda Metro Jaya menyerahkan data-data ke penyidik yang diklaimnya sebagai bukti keterlibatan Luhut di bisnis tembang Papua. Ada 20 item bukti yang diserahkan ke ke polisi.

"Jadi kami ada sekitar 15 atau 20 list bukti yang kami berikan dan ini tidak berhenti di sini, masih bisa kami sampaikan berikutnya," kata pengacara Haris Azhar, Nurkholis Hidayat, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (23/3/2022).

Menurut Nur Kkholis, bukti-bukti tersebut adalah dokumen otentik yang sah dan legal. "Bukti mulai dari catatan kaki dan bukti otentik dokumen perusahaan yang sah, legal, valid," tambahnya.


Haris Azhar Minta Polisi Telisik Bukti


Sementara itu, Haris Azhar mengatakan bukti yang diserahkan pihaknya harus ditelaah oleh penyidik. Bukti itu diharapkan menjadi pembanding bagi polisi dalam melihat kasus yang dilaporkan Luhut.

Menurut Haris, bukti yang diserahkan pihaknya hari ini bukan hanya terkait hasil riset yang memuat keterlibatan Luhut dalam bisnis tambang Papua. Namun, bukti-bukti itu juga memuat dokumen perusahaan yang memperlihatkan keterlibatan Luhut dalam bisnis tambang tersebut.

"Kami bawa buktinya, bukti yang kami itu bukan lagi hanya riset 9 organisasi, tapi bahan-bahan yang ditulis oleh 9 organisasi. Misalnya anggaran dasar dari perusahaan, lalu pernyataan dari per di Australia yang menyatakan ada berbagai saham terhadap perusahaan-perusahaan yang menyebutkan ada nama Luhut Binsar Pandjaitan tadi," terang Haris.

Lebih lanjut Haris meminta penyidik kembali melakukan evaluasi terhadap penyidikan yang telah dilakukan dengan memeriksa bukti-bukti yang diserahkannya hari ini.

"Katanya pelapor bilang equality before the law, kita punya hak juga sebagai orang yang ditersangkakan menyatakan bukti. Silakan untuk diuji," jelas Haris.

"Saya tegasin kalau ini diabaikan maka polisi melakukan tindakan administratif pelanggaran terhadap protap penyidikan," tambah Nurkholis.


Baca di halaman selanjutnya: Luhut Pandjaitan bantah soal bisnis tambang di Papua.

Simak Video: Haris Azhar: Saya Nggak Takut Ditahan!

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT