Rombongan Kadis di Bekasi Dipanggil KPK Terkait TPPU Walkot Pepen

ADVERTISEMENT

Rombongan Kadis di Bekasi Dipanggil KPK Terkait TPPU Walkot Pepen

M Hanafi Aryan - detikNews
Senin, 04 Apr 2022 11:40 WIB
Logo, ilustrasi, gedung Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK)
Ilustrasi KPK (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi alias Pepen mendapatkan jeratan baru dari KPK, yaitu dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Rombongan kepala dinas atau kadis dari Bekasi pun dipanggil tim penyidik KPK untuk memberikan kesaksian.

"Tim penyidik menjadwalkan pemanggilan saksi-saksi untuk Tersangka RE (Rahmat Effendi)," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (4/4/2022).

Berikut para saksi yang dipanggil yang berasal dari Pemkot Bekasi:
1. Dadang Ginanjar selaku Kadis Perhubungan;
2. Tanti Rohilawati selaku Kadis Kesehatan;
3. Innayatullah selaku Kadis Pendidikan;
4. Yayan Yuliana selaku Kadis Lingkungan Hidup;
5. Arif Maulana selaku Kadis Bina Marga;


6. Karto selaku Kepala BKPSDM Kota Bekasi
7. Aan Suhanda selaku Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan Daerah;
8. Kusnanto selaku Direktur Utama RSUD Kota Bekasi;
9. Hanan selaku Sekwan DPRD Kota Bekasi;
10. Abi Hurairoh selaku Kasatpol PP; dan
11. Rina Oktavia selaku Kabid Pelayanan Medik RSUD Bekasi.

Sebelumnya, Ali Fikri menyampaikan sangkaan baru untuk Pepen, yaitu terkait TPPU. Ini merupakan perkara kedua yang menjerat Pepen setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap jual beli jabatan serta pengadaan barang dan jasa dari hasil operasi tangkap tangan (OTT). Dari OTT, kasus dugaan korupsi ini, KPK mengamankan uang total Rp 5,7 miliar.

Lihat juga video 'Ketua DPRD Kota Bekasi Ngaku Sempat Terima Uang Rp 200 Juta dari Pepen':

[Gambas:Video 20detik]



(dhn/zap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT