Ritual Mistik di Dekat Rumah Kalla
Rabu, 24 Mei 2006 12:44 WIB
Makassar - Macam-macam cara orang untuk melawan. Di Makassar, seorang ibu bernama Siti Norma (39), melakukan ritual mistik tak jauh dari kediaman Jusuf Kalla, tepatnya di perempatan Jl Haji Bau, Makassar, Rabu (24/5/2006). Sekitar pukul 11.30 Wita, Norma duduk bersila dekat pagar kawat berduri yang dipasang aparat untuk mencegah pendemo yang ingin melakukan unjuk rasa di di rumah Jusuf Kalla. Di belakangnya, sekitar 20 orang mahasiswa mengikutinya bersila, sambil mempelester mulutnya dengan lakban. Aksi Norma ini sebagai bentuk protes terhadap tanahnya yang masih dikuasai oleh Yayasan Rumah Sakit Islam (RSI) Faisal. Sewaktu belum menjabat sebagai Wakil Presiden, Jusuf Kalla adalah ketua yayasan ini. Norma melakukan aksinya dengan cara yang unik. Merasa aksi-aksi yang telah dilakukan sebelumnnya tak mempan untuk mengembalikan haknya, ia melakukan ritual adat, dengan komat-kamit membaca doa dalam bahasa Makassar. Norma beraksi dengan menghadap sinar Matahari. Sekitar 30 menit komat-kamit melafalkan doa sambil bersila dengan kedua tangan diangkat ke atas, Norma tiba-tiba tersedu-sedu menangis. Tangisan Norma tak juga berhenti ketika doanya usai. Ketika hendak berdiri, Norma tiba-tiba terjatuh pingsan dan tak sadarkan diri. "Ibu Norma sudah seringkali berjuang untuk mengembalikan tanahnya. Karena sudah tak ada lagi tanda-tanda niat baik pihak yayasan, satu-satunya cara ya berdoa pada Tuhan," ujar Basdir, salah seorang mahasiswa yang ikut aksi bersama Norma. Norma yang pingsan lalu dibaringkan di pinggir jalan. Namun karena sekitar 15 menit tak kunjung sadar, para mahasiswa lalu membawanya ke rumah sakit. Aksi Tabur Garam Sebelum berdoa dengan ritual mistik, sekitar pukul 10.00 Wita, Norma bersama keluarganya menabur garam di depan kawat berduri yang menutup jalan Haji Bau. Sesudah menabur garam, Norma lalu menyiramnya dengan air. Sekadar diketahui, Norma adalah cucu dari ahli waris Ahmad Laga Daeng Nippi, yang berhak atas tanah sekitar 5 hektar di belakang RSI Faisal, yang kini dikuasai oleh pihak yayasan. Sebenarnya Jusuf Kalla telah menyetujui untuk memberi ganti rugi tanah yang dikuasai RSI Faisal. Namun, kini pengurus yayasan yang baru menolak memberi ganti rugi. Pengurus hanya memberi santunan Rp 5 juta. "Harga itu tidak ada apa-apanya dibanding luas tanah 5 hektar. Kan tidak masuk akal," tutur Basdir.
(nrl/)











































