ADVERTISEMENT

Pesan Pawang Hujan Online, Ini Rate Harganya

Brillyan Vandy Yansa - detikNews
Minggu, 03 Apr 2022 12:40 WIB
Jakarta -

Sapaan Eko Budi Sumantri menambah hangatnya Pantai Indah Kapuk (PIK) siang itu. Di salah satu bibir pantai yang tengah dibangun, ada sebuah event yang sedang berjalan. Dari situ awal perjumpaan kami dengan Pak Eko.

"Ini kalau suasananya begini agak santai saya," jelas Eko sambil menunjuk awan putih di atasnya.

"Memang agak panas ya. Cuma kita nggak boleh lengah. Harus tetap didoain biar lancar. Saya ambil wudu dulu, baru kita ngobrol ya," katanya.

Sejak 2007, Eko telah menggeluti pekerjaan sebagai pawang hujan. Besar permintaan masyarakat untuk memodifikasi cuaca menjadikan pekerjaan ini cukup menjanjikan baginya. Maka, tidak ada keinginan dari Eko untuk berhenti dari kegiatan ini.

"Saya itu bisa sampai ada pesanan 40 klien per bulan. Pokoknya kalau bulan -ber -ber itu, saya laris lah," ungkap Eko dalam program Sudut Pandang.

Melewati masa awal tahun, pendapatan Eko tidak berkurang hingga akhirnya musim hujan benar-benar usai. Seperti pada saat itu, klien yang meminta bantuan Eko adalah event organizer yang tengah mengadakan acara pameran outdoor. Menurut Eko, pasar konsumennya sangat bervariatif. Sering kali Eko diminta untuk 'melancarkan' berbagai acara, dari hajatan pernikahan hingga proyek pembangunan infrastruktur.

Eko mengaku, ada langganan tahunan yang tidak pernah absen. Kegiatan kedinasan, baik dari pemerintah provinsi maupun pusat, juga pernah dibantunya.

"Saya bantu orang-orang WO yang mau nikah, kalau yang sekarang ini di PIK kebanyakan kontraktor. Kalau dari pemerintah daerah, ya Pemprov DKI, BUMN," jelas Eko.

Soal harga, Eko membanderol harga 1,5 juta rupiah per hari. Proses pembayaran dilakukan dua kali. Uang muka dibayarkan setengah, sementara sisanya diberikan begitu acara selesai.

"Kalau yang kepingin murah pawang hujan online, jadi klien harus kasih video 30 detik langit di hari itu pada waktu mendung. Nanti saya doakan dari rumah. Bisa. Itu murah hanya Rp 600 ribu saja," imbuh Eko.

Angka ini cukup timpang bila dibandingkan dengan harga yang ditetapkan oleh pemerintah dalam memodifikasi cuaca.

Laboratorium Pengelolaan Teknologi Modifikasi Cuaca - Badan Riset dan Inovasi Nasional (TMC-BRIN) memiliki rate harga yang berbeda untuk setiap wilayah.

"Tarif jasa layanan TMC yang sekarang di era BRIN diatur dalam regulasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 210 Tahun 2021, itu berbeda-beda tiap provinsi. Mulai dari Aceh sampai dengan Papua, rata-rata mulai dari 132 juta rupiah yang paling rendah untuk wilayah Jakarta yang paling tinggi di Papua itu sekitar 250 juta rupiah," ungkap Koordinator Laboratorium Pengelolaan TMC, Budi Harsoyo.

(vys/fuf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT