Sempat Beli Rokok ke Warung, 3 Pengedar Uang Palsu di Lebak Ditangkap

Fathul Rizkoh - detikNews
Sabtu, 02 Apr 2022 23:35 WIB
Tiga orang pengedar uang palsu di Desa Sangiang Jaya, Kecamatan Cimarga, Lebak, diamankan Polsek Cimarga. Tiga pria pengedar uang palsu itu berinisial EK (20), VK (16), dan AD (24).
Pengedar uang palsu di Lebak ditangkap (Dok. Istimewa)
Lebak -

Tiga orang pengedar uang palsu di Desa Sangiang Jaya, Kecamatan Cimarga, Lebak, diamankan Polsek Cimarga. Tiga pria pengedar uang palsu itu berinisial EK (20), VK (16), dan AD (24).

Informasi yang dihimpun, pelaku merupakan warga Kecamatan Muncang. Mereka mengedarkan uang pecahan Rp 100 ribu sebanyak delapan lembar.

"Benar, kami mengamankan tiga orang pengedar uang palsu," kata Kanit Reskrim Polsek Cimarga Ali Maghfur kepada wartawan, Sabtu (2/4/2022).

Penangkapan itu bermula ketika pelaku membelanjakan uang palsu di salah satu warung. Pemilik warung yang curiga dengan uang tersebut lantas mengejar pelaku dan melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

"Jadi awalnya pelaku itu lagi belanja di warung beli rokok dan minyak. Kemudian, pemilik warung merasa curiga," tuturnya.

Berdasarkan pengakuan pelaku, uang tersebut dicetak sendiri menggunakan printer. Polisi pun telah mengamankan barang bukti berupa delapan lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu dan satu unit printer.

Saat ini, kasus tersebut sudah dilimpahkan kepada Polres Lebak untuk dilakukan pengembangan. Akibat perbuatannya, pelaku akan dikenakan Pasal 36 UU No 7 tahun 2011 tentang Mata Uang JO 245 KHU Pidana dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

"Imbauannya, agar selalu berhati-hati. Kemudian lebih teliti, jika menerima uang dari orang dan merasa curiga maka segera laporkan ke pihak kepolisian," pungkasnya.

Masyarakat diminta waspada terhadap peredaran uang palsu menjelang bulan suci Ramadan. Pasalnya, kebutuhan yang meningkat bisa dimanfaatkan pelaku kejahatan memproduksi dan mengedarkan uang palsu.

Kepala Bank Indonesia Wilayah Banten Imaduddin menjelaskan peredaran uang palsu di Banten terbilang kecil jika dibandingkan provinsi lain seperti Jawa Barat. Meski begitu, warga harus tetap waspada terhadap peredaran uang palsu.

"Jadi wilayah kita, masih kecil (peredaran). Tapi, kita harus tetap waspada terlebih menjelang bulan Ramadan ini," ujarnya.

(rfs/rfs)