Wali Kota Bogor Larang Sahur on The Road: Silakan Berbagi Tanpa Arak-arakan

ADVERTISEMENT

Wali Kota Bogor Larang Sahur on The Road: Silakan Berbagi Tanpa Arak-arakan

Antara - detikNews
Sabtu, 02 Apr 2022 14:09 WIB
Wali Kota Bogor, Bima Arya bersama polisi mengecek ketersediaan minyak goreng di pasar tradisional Bogor.
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto (Muchamad Sholihin/detikcom)
Bogor -

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto melarang kegiatan sahur on the road (SOTR) selama Ramadan 1443 Hijriah. Bima Arya mempersilakan warga yang ingin berbagi tanpa arak-arakan di jalan.

"Jadi, kalau mau berbagi, silakan berbagi di tempat-tempat yang memang membutuhkan, seperti panti asuhan, tempat ibadah, atau di kediaman lingkungan masing-masing, dengan tanpa melakukan arak-arakan atau mobilitas," kata Bima Arya di Kota Bogor seperti dilansir Antara, Sabtu (2/4/2022).

Bima Arya menilai SOTR berisiko menimbulkan potensi konflik dan kecelakaan lalu lintas. Dia juga meminta seluruh jajaran Pemkot Bogor bersama unsur musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) menyosialisasikan dan mengomunikasikan kepada masyarakat Kota Bogor mengenai larangan SOTR tersebut.

Kapolresta Bogor Kombes Susatyo Purnomo Condro juga memberi imbauan serupa. Susatyo mengimbau masyarakat yang ingin berbagi selama bulan Ramadan agar menyalurkan ke masjid atau musala tanpa harus menyerahkan ke masyarakat secara langsung di pinggir jalan.

Polresta Bogor Kota bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) bekerja sama untuk menyosialisasikan dan mengatur warga yang ingin berbagi takjil atau santapan sahur.

"Komitmen kami, Pemkot Bogor, kepolisian, dan TNI, dalam rangka menjaga kesucian bulan Ramadan, ingin masyarakat bisa melaksanakan ibadah dengan tenang dan khusyuk," kata Susatyo.

Lebih lanjut, guna mengantisipasi sweeping, pihaknya telah mengumpulkan berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam untuk sama-sama menjaga dan menghormati pelaksanaan ibadah selama Ramadan.

Polresta Bogor Kota menyiapkan delapan pos pengamanan untuk antisipasi tindak kejahatan tawuran dan kemacetan menjelang berbuka puasa.

"Jika ada indikasi atau potensi kejahatan atau gangguan kamtibmas, silakan laporkan kepada kepolisian maupun Satpol PP, pasti kami akan melakukan penindakan," ujar Susatyo.

(mea/hri)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT