Faldo Respons Survei SMRC soal Pemilu: Jangan Semua Dikaitkan Maunya Jokowi

Farih Maulana Sidik - detikNews
Sabtu, 02 Apr 2022 13:43 WIB
Faldo Maldini
Faldo Maldini (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Faldo Maldini, merespons hasil rilis survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang mayoritas responden menolak penundaan pemilu atau perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Faldo meminta yang berkaitan dengan isu itu tak dikaitkan dengan Jokowi.

"Masalah isu perpanjangan, jangan semuanya dikaitkan dengan maunya Presiden. Kita punya sistem dan ketatanegaraan yang berjalan, konstitusi yang menjadi acuan kita dalam bernegara. Di situ saja, tidak usah kita kembang-kembangkan," kata Faldo kepada wartawan, Sabtu (2/4/2022).

Faldo menyebut pemerintah selalu memperhatikan opini publik dalam bekerja. Menurutnya, apa pun yang pemerintah kerjakan bisa menimbulkan opini publik meskipun bukan itu tujuan utamanya.

"Tujuan utama kami tentu menyelesaikan persoalan kebutuhan masyarakat untuk bangkit dari pandemi ini. Artinya, kerja lebih keras," ucapnya.

"Opini publik seperti apa, ya itu biarkan jadi dinamika dalam demokrasi. Sikap dan opini tiap orang harus dilindungi oleh negara. Sikapnya sejalan atau tidak dengan pemerintah, itu urusan lain. Tugas negara melindungi hak berpendapat setiap warga negara," tambahnya.

Seperti diketahui, SMRC merilis survei terkait penundaan pemilu atau perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi. Hasilnya, mayoritas responden menolak Pemilu 2024 ditunda atas alasan apa pun.

Survei tersebut diselenggarakan pada 13-20 Maret 2022 dengan melibatkan 1.220 responden usia 17 tahun atau lebih atau yang sudah menikah ketika survei dilakukan. Pemilihan responden dilakukan secara acak atau multistage random sampling di 34 provinsi.

Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar 3,12 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka.

Survei tersebut menanyakan pendapat responden jika pemilu ditunda hingga 2027 atas beberapa alasan. Alasan tersebut adalah pemilu ditunda karena COVID-19, keadaan ekonomi, dan pembangunan IKN.

Berikut ini hasil survei terkait penundaan pemilu:

1. Pemilu Ditunda Alasan COVID-19

- Setuju 11,9%
- Tidak setuju 78,9%
- TT/TJ 9,2%

2. Pemilu Ditunda Alasan Ekonomi

- Setuju 11,4%
- Tidak setuju 79,8%
- TT/TJ 8,8%

3. Pemilu Ditunda Alasan Pembangunan IKN

- Setuju 10,9%
- Tidak setuju 78,5%
- TT/TJ 10,6%

Lihat Video: Apdesi soal Teriakan 'Jokowi 3 Periode': Sifatnya Spontanitas

[Gambas:Video 20detik]




(fas/hri)