41 Adegan Diperagakan di Rekonstruksi Kasus Tahanan Polres Cilegon Tewas

M Iqbal - detikNews
Jumat, 01 Apr 2022 14:32 WIB
Rekonstruksi kasus tahanan narkoba Polres Cilegon dianiaya
Rekonstruksi kasus tahanan Polres Cilegon tewas dianiaya (Iqbal/detikcom)
Cilegon -

Polisi menggelar rekonstruksi kasus tahanan narkoba Polres Cilegon yang tewas dianiaya sesama narapidana. Sebanyak 41 adegan diperagakan dalam rekonstruksi tersebut.

Rekonstruksi digelar di lapangan Mapolres Cilegon. Polisi tidak melakukan rekonstruksi di dalam tahanan dengan alasan keamanan.

"Yang pertama adalah peristiwa 170 ayat 1 juncto 351 ayat 3. Yang pertama adalah ada melaksanakan 41 adegan," kata Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Arief N Yusuf kepada wartawan, Jumat (1/4/2022).

"Kemudian kenapa dilaksanakan tidak di TKP? Karena kami mempertimbangkan keamanan daripada pelaksanaan. Kemudian, kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak jaksa peneliti dan dilaksanakan di halaman Mapolres Cilegon," sambungnya.

Dalam adegan yang diperagakan oleh enam tersangka ini, tampak korban dianiaya oleh tahanan lain saat baru masuk ke dalam sel. Korban berinisial AG (21) ditanya oleh salah seorang tersangka saat memasuki sel.

Pertanyaan yang dilontarkan tersangka dijawab oleh korban. Pelaku menilai jawaban korban bernada tinggi sehingga menyulut emosi tahanan lain.

Satu per satu dari enam tersangka itu bergantian melayangkan pukulan ke arah korban. Ada tersangka yang memukul menggunakan gulungan karpet hingga botol air mineral. Tak hanya itu, korban juga beberapa kali diinjak dan ditendang oleh tahanan lain.

Polisi mengatakan adegan dalam rekonstruksi tersebut sudah sesuai dengan berita acara perkara (BAP) dan bukti-bukti yang terungkap dalam pemeriksaan. Tak ada bukti baru dalam rekonstruksi tersebut.

"Kemudian, dari pelaksanaannya juga, kami akan selalu berkoordinasi dengan pihak kejaksaan untuk segera memproses sesuai dengan fakta dan kebenaran yang sudah terungkap. Bukti-bukti baru sudah kami sampaikan ke pihak kejaksaan di dalam berkas dan itu akan berkoordinasi baik dengan kejaksaan," kata Arief.

Setelah rekonstruksi digelar, polisi melimpahkan kasus tersebut ke kejaksaan untuk kemudian dibawa ke persidangan di Pengadilan Negeri Serang.

Diketahui, kasus tewasnya tahanan narkoba Polres Cilegon terjadi pada Senin (14/2). Tahanan berinisial AG itu sempat dibawa ke rumah sakit setelah dianiaya sesama tahanan namun nyawanya tak tertolong.

Polisi kemudian menyelidiki kasus kematian AA hingga menetapkan enam tersangka. Para tersangka dijerat Pasal 170 ayat 1 juncto 351 ayat 3. KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

(drg/drg)