ADVERTISEMENT

Hotel di Bogor Diduga Lokasi Prostitusi Digerebek, 4 Muncikari Diciduk

M Solihin - detikNews
Jumat, 01 Apr 2022 12:51 WIB
Polresta Bogor Kota menggerebek sebuah hotel yang diduga dijadikan lokasi transaksi prostitusi online. Empat pria diduga muncikari ditangkap polisi. (M Solihin/detikcom)
Polresta Bogor Kota menggerebek sebuah hotel yang diduga dijadikan lokasi transaksi prostitusi online. Empat pria diduga muncikari ditangkap polisi. (M Solihin/detikcom)
Bogor -

Polresta Bogor Kota menggerebek sebuah hotel yang diduga dijadikan lokasi transaksi prostitusi online. Polisi mengamankan empat pria yang diduga merupakan muncikari yang menjajakan wanita via aplikasi online.

"Kita melakukan antisipasi maraknya prostitusi online, karena sudah meresahkan, menjadi penyakit masyarakat. Kita mengamankan empat orang (laki-laki) yang diduga memperjualbelikan wanita yang dijajakan di salah satu hotel," kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Dhoni Erwanto, Jumat (1/4/2022).

Hotel yang digerebek berada di Jalan Sudirman, Kota Bogor. Selain muncikari, polisi mengamankan para korban.

"(Dalam penggerebekan) kita juga amankan 3 korban, wanita, yang dijajakan para pelaku," tambahnya.

Dhoni menyebut empat muncikari yang diamankan beraksi melalui media sosial MiChat. Empat muncikari ini menawarkan wanita kepada hidung belang, menentukan harga, sekaligus mencari tempat bertransaksi seks.

Polresta Bogor Kota menggerebek sebuah hotel yang diduga dijadikan lokasi transaksi prostitusi online. Empat pria diduga muncikari ditangkap polisi. (M Solihin/detikcom)Keempat tersangka terancam hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun (M Solihin/detikcom)

"Peran mereka adalah yang mengakomodasi para tamunya, mengarahkan kepada wanita-wanita yang sudah berada di hotel tersebut. Disebutnya joki, yang menawarkan dan yang mencari tamu dan menentukan lokasi hotel atau kamar," papar Dhoni.

Kepada para hidung belang, para pelaku menawarkan wanita-wanita yang berusia 19-27 tahun itu dengan harga Rp 600-900 ribu untuk sekali kencan.

"Mereka (korban) dijual Rp 600-900 ribu. (Pelaku menawarkan) menggunakan (aplikasi) MiChat, mereka kemudian berjanjian menggunakan WhatsApp di hotel yang sudah ditentukan," terang Dhoni.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindan Pidana Penjualan Orang (TPPO) dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 tahun.

Lihat juga video 'Kata Pakar Sosiolog Soal Geliat Prostitusi Online via Aplikasi':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT