Pupuk Indonesia Raih Penghargaan di Digital Innovation Award 2022

Dea Duta Aulia - detikNews
Kamis, 31 Mar 2022 21:51 WIB
Gedung Pupuk Indonesia
Foto: dok. Pupuk Indonesia
Jakarta -

PT Pupuk Indonesia (Persero) meraih penghargaan The Most Innovative Food & Fertilizer Company for The Marvelous Development of Digital Business Operation System di ajang Indonesia Digital Innovation Award 2022. Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan publik terhadap kinerja suatu perusahaan dalam melakukan transformasi digital.

"Penghargaan ini adalah momen penting bagi Pupuk Indonesia di ulang tahun ke satu dekade dalam melayani petani, pekebun, dan pengusaha agrobisnis di Indonesia," kata Direktur Transformasi Bisnis Pupuk Indonesia Panji Winanteya Ruki dalam keterangan tertulis, Kamis (31/3/2022).

Panji menuturkan ada sejumlah langkah yang dilakukan oleh Pupuk Indonesia dalam melakukan transformasi digital seperti pengembangan Distribution Planning & Control System (DPCS), Retail Management System (RMS), Digital Fertilizer, dan Single System Enterprise Resources Planning (ERP).

Khusus untuk DPCS, teknologi ini mempermudah pengawasan distribusi pupuk dari produsen hingga ke distributor secara real time. Sistem ini juga mampu mendeteksi kondisi stok di berbagai daerah sehingga dapat meningkatkan akurasi perencanaan distribusi.

Sementara itu, untuk RMS sistem ini dapat mempercepat distributor dan kios dalam memproses penjualan pupuk yang memiliki fitur point of sales dan terintegrasi dengan sistem di internal serta eksternal perusahaan.

Begitu juga dengan Digital Fertilizer sistem ini mampu memonitor seluruh aspek performance pabrik sehingga dapat menunjang efisiensi bahan baku. Untuk ERP berfungsi mendukung proses bisnis yang lebih terintegrasi antara satu dengan lainnya.

Panji menuturkan sejumlah inovasi tersebut menghadirkan banyak manfaat bagi perusahaan, seperti meningkatkan transparansi, kecepatan, efisiensi biaya produksi, distribusi, supply chain, dan lainnya. Dengan begitu ia optimistis Pupuk Indonesia mampu memiliki daya saing yang lebih baik lagi.

"Semoga hal ini menjadi titik tolak bagi kami untuk terus melakukan transformasi di Pupuk Indonesia, baik di holding maupun anak perusahaan," tutupnya.

(prf/ega)