Jemaah Naqsabandiyah di Padang Mulai Puasa Ramadan Besok

Jeka Kampai - detikNews
Kamis, 31 Mar 2022 17:43 WIB
Lantern that have moon symbol on top and small plate of dates fruit with dusk sky and city bokeh light background for the Muslim feast of the holy month of Ramadan Kareem.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Baramyou0708
Jakarta -

Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Padang, Sumatera Barat, mulai menjalankan ibadah puasa Ramadan 1443 Hijriah pada Jumat besok. Para pengikut aliran itu akan melaksanakan salat Tarawih berjemaah mulai malam ini.

Salah satu lokasi jemaah Tarekat Naqsabandiyah melaksanakan salat Tarawih perdana adalah di Mushalla Baitul Makmur, yang terletak di Kelurahan Binuang Kampung Dalam, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat.

Sekretaris Tarekat Naqsabandiyah Padang Edizon Revindo menyebutkan pelaksanaan ibadah puasa yang lebih awal dari pemerintah tersebut berdasarkan hitungan Hisab Qomariyah dalam Kitab Munjid, yang salah satunya adalah penghitungan permulaan puasa dihitung lima hari setelah awal puasa pada tahun sebelumnya.

"Kita menghitung lima hari setelahnya dan dimulai dari hari Senin, sehingga tahun ini dimulai dari Jumat. Pada tahun sebelumnya, awal puasa Ramadan dilakukan pada hari Senin, sehingga tahun ini akan dimulai pada hari Jumat," katanya kepada detikcom, Kamis (31/3/2022).

Naqsabandiyah akan berpuasa selama tiga puluh hari penuh. "Kita tidak pernah melakukan ibadah puasa kurang dari tiga puluh hari. Selalu penuh," katanya.

Meski berbeda dengan sebagian besar umat Islam lainnya di Tanah Air, Edizon mengatakan tak pernah ada gesekan dengan warga sekitar. Pengikut Naqsabandiyah tersebar di beberapa kota di Sumatera Barat. Jumlahnya diperkirakan lebih dari 2.000 orang.

Selain di Kota Padang, jemaah Naqsabandiyah lainnya di Sumbar yang melakukan ibadah puasa di hari yang sama adalah di Kabupaten Solok, Solok Selatan, Pesisir Selatan, dan Kota Solok.

"Di luar daerah itu ada juga yang memulai pada hari yang sama, namun ada juga yang tidak. Sesuai dengan dengan hitungan mereka masing-masing, jadi tidak sama seluruhnya," katanya.

Dengan melaksanakan puasa lebih awal, pengikut Naqsabandiyah dipastikan juga akan melaksanakan salat Idul Fitri lebih awal dibanding umat Islam lainnya di Tanah Air.

Naqsabandiyah merupakan satu dari dua tarekat besar yang tumbuh di Ranah Minang. Selain Naqsabandiyah yang melaksanakan hari besar seperti Ramadan lebih awal, ada juga Tarekat Sattariyah. Bedanya, Sattariyah justru biasanya lebih lambat dua hari dibanding pemerintah.

(dek/dek)