ADVERTISEMENT

Suara Keluarga Korban 1965 di Klaten soal Keturunan PKI Boleh Daftar TNI

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 31 Mar 2022 17:43 WIB
Ilustrasi personel TNI (dok Puspen TNI)
Foto ilustrasi personel TNI. (dok Puspen TNI)
Klaten -

Keluarga korban tragedi 1965 di Klaten bicara soal kebijakan Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa membolehkan keturunan anggota PKI ikut seleksi penerimaan calon prajurit TNI. Salah seorang keluarga korban bernama Supriyadi mengaku tak jadi masalah.

"Kalau saya, saya orangnya kan tidak termasuk orang pendendam. Kalau saya ndak apa-apa, itu (tragedi 1965) kan masalah dunia saja, dunia ini kan semu," ungkap Supriyadi, warga Desa Somopuro, Kecamatan Jogonalan, seperti dilansir detikJateng, Kamis (31/3/2022).

Supriyadi, yang kehilangan ayah dan kakeknya karena dihabisi massa simpatisan PKI 1965, menjelaskan kebijakan Panglima TNI itu merupakan kebijakan yang baik. Dia menilai kebijakan itu atas dasar kemanusiaan.

"Tidak, tidak (mempersoalkan). Malah itu (kebijakan panglima) kemanusiaan yang baik," terang Supriyadi.

Dengan kebijakan baru itu, sambung Supriyadi, justru diharapkan menghapus dampak yang tidak baik. Buktinya selama ini hubungan dengan keluarga eks simpatisan PKI juga baik.

"Buktinya selama ini hubungan kita baik-baik saja, tidak mempersoalkan masa lalu. Jadi tidak lagi saling mengungkit masa lalu," kata Supriyadi.

Baca selengkapnya di sini.

Simak Video: Jenderal Andika Tak Mau Lagi Keturunan PKI Dilarang Masuk TNI

[Gambas:Video 20detik]



(idh/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT