Thaksin Kembali Memimpin, Oposisi Marah Besar
Selasa, 23 Mei 2006 16:49 WIB
Bangkok - Setelah sempat meletakkan jabatannya, Perdana Menteri (PM) Thailand Thaksin Shinawatra kini kembali memimpin pemerintahan.Langkah Thaksin ini langsung mengundang kemarahan kubu oposisi. Mereka mengancam akan kembali menggelar aksi demo besar-besaran.Kembalinya Thaksin ke tampuk pemerintahan ditandai dengan kehadirannya dalam sidang kabinet di Bangkok. Thaksin bahkan memimpin jalannya sidang.Ini pertama kalinya sejak Thaksin mundur tujuh pekan lalu menyusul maraknya aksi protes jalanan."Saya sudah sepenuhnya mulai bekerja," ujar Thaksin saat memasuki gedung pemerintah, seperti diberitakan kantor berita AFP, Selasa (23/5/2006). Ditegaskannya, mulai sekarang dirinya akan memimpin semua sidang kabinet.Kembalinya Thaksin terjadi di tengah ketidakpastian soal kapan pemilihan umum baru akan digelar. Pemilihan parlemen pada 2 April lalu telah dinyatakan tidak sah oleh pengadilan Thailand dan harus diselenggarakan pemilu ulang, yang kemungkinan akan digelar Oktober mendatang.Prommin Lertsuridej, Sekretaris PM Thai menegaskan, Thaksin punya legalitas untuk memegang kembali tampuk pemerintahan menyusul keluarnya keputusan pengadilan soal pemilu bulan lalu."Jujur saya katakan, Thaksin telah kembali bekerja dan tak ada yang aneh dengan itu," tegas Prommin.Namun kubu oposisi mengecam habis-habisan kembalinya Thaksin."Dia tidak punya lagi legalitas untuk bekerja sebagai pemimpin negeri ini. Dia bukan cuma punya masalah etis, tapi sekarang dia juga tidak punya kredibilitas," cetus Suriyasai Katasila, juru bicara Aliansi Demokrasi Rakyat, yang memimpin aksi demo terhadap Thaksin beberapa waktu lalu.Dia mengancam aksi protes serupa akan kembali terjadi sampai Thaksin benar-benar mengundurkan diri. "Kami akan melanjutkan kampanye kami menentang dia bulan depan, setelah perayaan peringatan 60 tahun kekuasaan raja," imbuhnya.Raja Thailand Bhumibol Adulyadej akan merayakan peringatan 60 tahun kekuasaannya pada 12-13 Juni mendatang.Kecaman juga dilontarkan partai oposisi terkemuka Thai. "Dia tidak berhak kembali bekerja lagi," cetus juru bicara Partai Demokrat, Ong-art Klampaiboon.Namun Thaksin tidak peduli dengan semua kecaman tersebut. Thaksin bersikeras dirinya perlu kembali memimpin untuk mencegah kevakuman politik dan terjadinya krisis perekonomian, serta menanggulangi kekerasan di wilayah konflik Thailand selatan.
(ita/)











































