KAI Commuter Ungkap Awal Penembakan KRL Serpong, Proyektil Ditemukan

ADVERTISEMENT

KAI Commuter Ungkap Awal Penembakan KRL Serpong, Proyektil Ditemukan

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Kamis, 31 Mar 2022 08:09 WIB
Tangerang Selatan -

KAI Commuter menyatakan peristiwa viral penembakan KRL di Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), sebagai aksi vandalisme. KAI Commuter mengungkap dugaan awal aksi vandalisme itu.

"Tindakan vandalisme oleh oknum masyarakat yang terjadi pada KRL 2138 relasi Tanah Abang-Rangkasbitung pada Rabu (30/3) malam. Indikasi awalnya adalah pelemparan," ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba dalam keterangannya, Kamis (31/3/2022).

Anne mengatakan oknum masyarakat itu melakukan penembakan dengan menggunakan senapan angin. Akibatnya, kaca jenderal KRL tersebut rusak.

"Dari hasil penelusuran petugas terkait serta koordinasi yang dilakukan oleh petugas KAI Commuter dengan aparat kewilayahan, tindakan vandalisme tersebut berasal dari penembakan senapan angin yang menyebabkan kerusakan pada kaca jendela KRL," tuturnya.

Selain itu, Anne menjelaskan petugas menemukan proyektil di dalam KRL yang menjadi sasaran penembakan. Dia menyebut KAI Commuter berkoordinasi dengan polisi untuk memburu pelakunya.

"Dari hasil penelusuran dan pemeriksaan di tempat kejadian oleh petugas, ditemukan proyektil di dalam KRL 2138 sekitar kaca jendela yang terkena tembakan dari senapan angin tersebut. Atas kejadian tersebut, pihak KAI Commuter terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengungkap pelaku tindakan vandalisme tersebut," kata Anne.

Terancam 15 Tahun Penjara

Anne membeberkan hukuman untuk pelaku yang melakukan aksi vandalisme terhadap kereta api. Pelaku terancam hukuman penjara 15 tahun.

"Tindakan vandalisme terhadap kereta api sangat berbahaya dan melanggar hukum. Sesuai dengan KUHP Bab VII Pasal 194 ayat 1 mengenai Kejahatan yang Membahayakan Keamanan Umum bagi Orang atau Barang, menuliskan barang siapa dengan sengaja menimbulkan bahaya bagi lalu lintas umum yang digerakkan oleh tenaga uap atau kekuatan mesin lain di jalan kereta api atau trem, diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun," ucapnya.

"Tidak hanya itu, Pasal 180 UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian juga mengatur hal yang sama terkait aktivitas vandalisme, yaitu setiap orang dilarang menghilangkan, merusak, atau melakukan perbuatan yang mengakibatkan rusak dan/atau tidak berfungsinya prasarana dan sarana perkeretaapian. Pelaku perusakan diancam hukuman pidana penjara 3-15 tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp 2 miliar," sambung Anne.

Anne menjelaskan KAI Commuter mengecam aksi penembakan terhadap KRL Serpong ini. Dia berharap masyarakat turut membantu mencegah aksi serupa terjadi.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya...



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT