ADVERTISEMENT

Anggota MPR Ajak Perempuan Desa untuk Mandiri Bangun Ekonomi

Erika Dyah - detikNews
Selasa, 29 Mar 2022 21:27 WIB
MPR Ungkap Peran Perempuan Bangun Bangsa di Masa Krismon hingga Kini
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Sekretaris Fraksi PKB MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz mengingatkan agar perempuan tidak terjebak labelisasi kaum yang lemah. Pasalnya, kata dia, perempuan sejak dulu telah ikut berperang di zaman penjajahan, berjuang di era pergerakan, dan ikut menjadi penggerak masyarakat di era pembangunan.

Menurutnya, hal itu juga harus tercemin pada Perempuan Penggerak Desa Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Perempuan Penggerak Desa harus mampu berperan secara nyata mengusulkan program pemanfaatan dana desa untuk membangun ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat.

"Banyak yang bisa dilakukan kaum perempuan untuk ikut membangun bangsa. Karena itu para perempuan harus terus bersemangat, belajar, ikut berorganisasi dan menempa diri agar lebih berdaya dari sebelumnya," kata Neng Eem dalam keterangannya, Selasa (29/3/2022). Hal ini dia ungkapkan dalam Sarasehan Kehumasan MPR RI Menyapa Sahabat Kebangsaan yang berlangsung Senin (28/3).

Dalam kegiatan yang berlangsung di Wisma Kemnaker Cianjur, Jawa Barat ini Neng Eem memaparkan peran besar perempuan di masa krisis moneter untuk menahan laju ambruknya ekonomi Indonesia.

Ia mengatakan perempuan turut menggerakkan ekonomi riil dengan menjual bakso, mie ayam, warung makan, gorengan, hingga membuka toko kelontong. Perempuan juga menjaga perputaran uang berjalan di lokasi mereka tinggal, di kampung, dan desa-desa sehingga tidak terpengaruh oleh fluktuasi nilai tukar rupiah.

"Perempuan berdaya mampu hidup mandiri, tidak bergantung pada suami. Bahkan ketika suami kena Pemutusan Hubungan Kerja para istri bisa membantu," sambungnya.

Meski begitu, Neng Eem mengingatkan agar kaum perempuan tidak melupakan tugas mengurus anak dan suami seperti yang dilakukan para perempuan masa lalu. Menurutnya, para perempuan bisa bekerja sembari menggendong anak-anaknya dan bisa mencari uang tanpa melupakan keluarganya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi Publik MPR RI Siti Fauziah yang turut hadir mengingatkan bahwa sejak dulu perempuan Indonesia adalah perempuan cerdas dan berdaya. Adapun hal ini dibuktikan dari para perempuan yang bisa membina keluarga dan mencari tambahan nafkah sama baiknya.

"Kalau tidak cerdas dan tangguh, semua itu tidak mungkin dilakukan. Di sawah, ke pasar, hingga mengikuti pertemuan, dikerjakan sembari mengasuh anak-anaknya," tutur Siti Fauziah.

Untuk itu ia berharap Perempuan Penggerak Desa Kabupaten Cianjur terus bersemangat bahu membahu dan tolong menolong dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, dengan cara tolong menolong maka seberat apapun pekerjaan akan terasa ringan.

Sebagai informasi, sarasehan bertajuk 'Perempuan Cerdas Perempuan Berdaya' ini turut dihadiri juga oleh Ketua Perempuan Penggerak Desa Kabupaten Cianjur, Vera Hariyanti.

(akd/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT