Kondisi Soeharto Darurat
Selasa, 23 Mei 2006 11:06 WIB
Jakarta - Di tengah kisruh rumah tangga anaknya, Bambang Trihatmodjo, kondisi mantan presiden Soeharto kembali kritis. Bahkan dokter menyatakan sudah darurat. Soeharto terlihat pucat karena kehilangan banyak darah."Keadaan umum Bapak HM Soeharto masih lemah. Istilahnya anemis, yaitu pucat karena kehilangan darah yang cukup banyak. Ini masuk keadaan darurat karena ada pendarahan," kata Ketua Tim Dokter Kepresidenan dr Mardjo Soebiandono di RSPP, Jalan Kiai Maja, Jakarta, Selasa, (23/5/2006) pukul 10.30 WIB.Sejak tadi malam, jelas Mardjo, terjadi pendarahan pada lambung Soeharto. Namun tim dokter belum mengetahui sebab terjadinya pendarahan tersebut."Pendarahan sejak tadi malam. Hemoglobin turun menjadi 8,2 GR persen," ungkap Mardjo.Diungkapkan Mardjo, rencananya tim dokter hari ini akan melakukan endoscopy untuk mencari sumber pendarahan dan sekaligus mencoba menghentikannya."Dokter-dokter masih sibuk sejak kemarin dan hari ini kondisinya lebih kritis dari yang kemarin," kata dia.Dari pipa lambung, imbuh Mardjo, tampak pendarahan-pendarahan dari caecostomy dan dari dubur tampak kotoran berwarna kehitaman.Namun, meski terjadi pendarahan pada lambung, fungsi paru-paru, jantung dan ginjal relatif baik."Beliau juga bisa berkomunikasi secara sederhana. Misalnya, saat ditanya sakit yang mana dia bisa menunjuk letak sakitnya," katanya.
(umi/)











































