ADVERTISEMENT

Temukan Keganjilan di Vonis Penembak Eks Laskar FPI, KontraS Surati MA

Wildan Noviansah - detikNews
Selasa, 29 Mar 2022 17:04 WIB
Logo KontraS
Logo KontraS (Dok. KontraS)

Andi mengatakan, dalam kasus ini, telah terjadi kasus pelanggaran hak asasi manusia dalam bentuk unlawful killing atau pembunuhan di luar hukum.

"Selain itu, kami berpendapat telah terjadi pelanggaran hak asasi manusia dalam kasus ini, yaitu dalam bentuk perbuatan unlawful killing, atau pembunuhan di luar hukum. Nah, tindakan ini merupakan pelanggaran hak asasi manusia karena melanggar hak atas hidup seseorang," tambahnya.

Andi berharap dengan diajukannya amicus curiae, majelis hakim kasasi bisa mempertimbangkan dan memeriksa kembali putusan terhadap para terdakwa.

"Kami berharap dengan mengajukan amicus yang kami ajukan tersebut dapat dipertimbangkan dan majelis hakim kasasi yang memeriksa itu dapat memberikan putusan yang seadil-adilnya bagi korban dan keluarga korban dengan memberikan putusan bahwa terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan oleh jaksa penuntut umum," sebutnya.

Sebab, jika putusan tidak dipertimbangkan kembali, kata Andi, khawatir akan menjadi legitimasi anggota Polri untuk kembali melakukan hal tersebut.

"Kami khawatir dengan adanya putusan tersebut jika terus dibiarkan maka akan menjadi legitimasi bagi anggota Polri di lapangan untuk kembali melakukan unlawful killing," pungkasnya.

Dua terdakwa, Ipda Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan, sebelumnya divonis lepas dalam kasus penembakan laskar FPI di Km 50 Tol Cikampek. Atas vonis tersebut, jaksa mengajukan upaya hukum kasasi.

"Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum mengajukan Upaya Hukum Kasasi terhadap Putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terhadap Terdakwa Briptu Fikri Ramadan dan Terdakwa Ipda Yusmin Ohorella dalam Perkara Dugaan Tindak Pidana Pembunuhan di Km 50 Tol Jakarta-Cikampek," kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana, Kamis (24/3).


(rfs/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT