ADVERTISEMENT

Konsultan Penyuap Eks Pejabat Ditjen Pajak Ajukan Praperadilan Lawan KPK

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 29 Mar 2022 13:44 WIB
Gedung baru KPK
Gedung KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Konsultan pajak Ryan Ahmad Ronas mengajukan gugatan praperadilan kepada KPK di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Ryan meminta agar status tersangkanya digugurkan melalui praperadilan ini.

Gugatan praperadilan itu terdaftar dengan nomor perkara 13/Pid.Pra/2022/PN JKT.SEL. Gugatan tersebut didaftarkan pada 7 Maret 2022.

Adapun pada petitum permohonannya, Ryan meminta agar hakim PN Jaksel nantinya dapat memutus dan mengabulkan permohonan praperadilannya. Dalam petitum permohonannya, Ryan juga meminta agar hakim menyatakan status tersangkanya tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat.

"Menyatakan Penetapan Tersangka Pemohon(Ryan Ahmad Ronas) yang berdasarkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan Nomor B/61/DIK.00/23/ 02/2021 Tanggal 5 Februari 2021 dan Penahanan Sebagaimana Surat Nomor B/130/Dik.01.03/23 /02/2022 Tanggal 17 Februari 2022 segala akibat hukumnya keliru Hukumnya dan Keliru Mengenai Orangnya sehingga tidak sah dan oleh karenanya tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat, demikian dikutip dari SIPP PN Jaksel, Selasa (29/3/2022).

Selain itu, dia meminta agar penyidikan terhadap pemohon dibatalkan. Serta merehabilitasi nama baik pemohon.

Secara terpisah, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan KPK siap menghadapi gugatan praperadilan tersebut. Ali Fikri mengatakan proses penyidikan kasus tersebut telah sesuai prosedur.

"Tentu KPK siap hadapi praperadilan tersebut. Kami memastikan, seluruh proses penyidikan perkara tersebut telah sesuai dengan mekanisme aturan hukum berlaku," kata Ali, dalam keterangannya.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan dua konsultan pajak, Ryan Ahmad Ronas (RAR) dan Aulia Imran Maghribi (AIM), sebagai tersangka kasus dugaan suap perpajakan tahun 2016-2017. Keduanya diduga menyuap mantan pejabat Ditjen Pajak Angin Prayitno Aji senilai Rp 15 miliar.

"Adapun nominal yang khusus diberikan kepada Wawan Ridwan dan tim dan untuk kemudian diteruskan lagi pada Angin Prayitno Aji selaku Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Dirjen Pajak dan Dadan Ramdani selaku Kasubdit Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Dirjen Pajak diduga sejumlah sekitar Rp 15 miliar," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (17/2/2022).

Alex menyebut Rp 15 miliar itu diberikan dalam bentuk tunai di salah satu hotel di Jakarta Selatan. Aulia Imran dan Ryan Ahmad merupakan konsultan pajak dari PT Gunung Madu Plantations (GMP) pada sekitar Oktober 2017.

Alex menjelaskan Aulia Imran dan Ryan Ahmad mengadakan pertemuan dengan mantan pegawai Ditjen Pajak, Wawan Ridwan dan Alfred Simanjuntak. Wawan dan Alfred kini juga dalam jeratan KPK dan masih dalam proses di pengadilan. Pertemuan saat itu membahas pembayaran pajak PT GMP.

"Atas temuan tersebut, diduga ada keinginan tersangka AIM dan RAR agar nilai kewajiban pajak PT GMP direkayasa atau diturunkan tidak sebagaimana ketentuan dengan menawarkan sejumlah uang kepada Wawan Ridwan bersama tim," katanya.

(yld/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT