ADVERTISEMENT

2 Tersangka Konsultan Pajak Suap Angin Prayitno Senilai Rp 15 M

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Kamis, 17 Feb 2022 21:14 WIB
2 Penyuap eks pejabat Ditjen Pajak Angin Prayitno ditetapkan sebagai tersangka
Dua penyuap eks pejabat Ditjen Pajak, Angin Prayitno, ditetapkan sebagai tersangka. (Azhar Bagas Ramadhan/detikcom)
Jakarta -

KPK telah menetapkan dua orang konsultan pajak, Ryan Ahmad Ronas (RAR) dan Aulia Imran Maghribi (AIM), sebagai tersangka kasus dugaan suap perpajakan tahun 2016-2017. Keduanya diduga menyuap mantan pejabat Ditjen Pajak Angin Prayitno Aji senilai Rp 15 miliar.

"Adapun nominal yang khusus diberikan kepada Wawan Ridwan dan tim dan untuk kemudian diteruskan lagi pada Angin Prayitno Aji selaku Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Dirjen Pajak dan Dadan Ramdani selaku Kasubdit Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan Dirjen Pajak diduga sejumlah sekitar Rp 15 miliar," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (17/2/2022).

Alex menyebut Rp 15 miliar itu diberikan dalam bentuk tunai di salah satu hotel di Jakarta Selatan. Aulia Imran dan Ryan Ahmad merupakan konsultan pajak dari PT Gunung Madu Plantations (GMP) pada sekitar Oktober 2017.

Alex menjelaskan Aulia Imran dan Ryan Ahmad mengadakan pertemuan dengan mantan pegawai Ditjen Pajak, Wawan Ridwan dan Alfred Simanjuntak. Wawan dan Alfred kini juga dalam jeratan KPK dan masih dalam proses di pengadilan. Pertemuan saat itu yakni membahas pembayaran pajak PT GMP.

"Atas temuan tersebut, diduga ada keinginan tersangka AIM dan RAR agar nilai kewajiban pajak PT GMP direkayasa atau diturunkan tidak sebagaimana ketentuan dengan menawarkan sejumlah uang kepada Wawan Ridwan bersama tim," katanya.

Alex menyebut kemudian pertemuan itu berlanjut di beberapa tempat, yang salah satunya bertempat di kantor Dirjen Pajak Pusat di Jakarta Selatan. Aulia Imran dan Ryan Ahmad sudah menyiapkan uang sebanyak Rp 30 miliar untuk menyuap serta membayar wajib pajak itu.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Keduanya ditahan selama 20 hari ke depan hingga 8 Maret 2022. Aulia Imran Maghribi ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan, sedangkan Ryan Ahmad Ronas ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Barat.

"Untuk mempercepat proses penyidikan, tim penyidik melakukan upaya paksa penahanan kepada para tersangka masing-masing selama 20 hari pertama," kata Alex.

Sebelumnya, KPK menetapkan dua pegawai Ditjen Pajak, Wawan Ridwan (WR) dan Alfred Simanjuntak (AS), sebagai tersangka dalam kasus suap yang lebih dulu menjerat eks pejabat Ditjen Pajak, Angin Prayitno Aji. Wawan langsung ditahan, namun Alfred baru ditahan akhir-akhir ini.

Terbaru, KPK juga menetapkan Wawan Ridwan menjadi tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU). Begitupun Angin, dia juga baru saja ditetapkan tersangka TPPU.

"Dari total penerimaan tersebut, tersangka WR diduga menerima jatah pembagian sejumlah sekitar sebesar SGD 625 ribu," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam konferensi pers di gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (11/11).

Ghufron menyebut Wawan dan Alfred diduga menerima perintah dan arahan khusus dari Angin Prayitno, selaku Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal Pajak tahun 2016-2019. Wawan dan Alfred menerima arahan dari Angin Prayitno untuk mengurus tiga perusahaan terkait kewajiban pajaknya.

Perusahaan itu adalah PT Gunung Madu Plantations, PT Bank PAN Indonesia, dan PT Jhonlin Baratama pada kurun 2016-2017. Pada saat pemeriksaan, diduga ada kesepakatan pemberian uang agar pajak tidak sebagaimana mestinya.

"Atas hasil pemeriksaan pajak yang telah diatur dan dihitung sedemikian rupa, tersangka WR dan AS diduga telah menerima uang yang selanjutnya di teruskan kepada Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani," katanya.

Dalam kasus ini, KPK lebih dulu menetapkan enam orang tersangka sebagai berikut:

1. Eks Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal Pajak, Angin Prayitno Aji (APA)
2. Eks Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan pada Direktorat Jenderal Pajak, Dadan Ramdani (DR)
3. Konsultan pajak, Ryan Ahmad Ronas (RAR)
4. Konsultan pajak, Aulia Imran Maghribi (AIM)
5. Kuasa wajib pajak, Veronika Lindawati (VL)
6. Konsultan pajak, Agus Susetyo (AS)

(azh/eva)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT