PPLN Bebas Karantina, Sandiaga: Alhamdulillah Tak Picu Peningkatan COVID

Nada Zeitalini - detikNews
Selasa, 29 Mar 2022 10:25 WIB
Kemenparekraf
Foto: Dok. Kemenparekraf
Jakarta -

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan kebijakan pemerintah memberlakukan bebas karantina terhadap Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) ke Bali, Batam, dan Bintan serta diperluas ke 7 pintu masuk Indonesia memberikan dampak yang positif terhadap tingkat kunjungan wisatawan mancanegara.

Hal tersebut disampaikan dalam 'weekly press briefing' secara hybrid pada Senin (28/3). Dampak bebas karantina tersebut juga diperkuat dengan layanan Visa On Arrival (VOA) khusus wisata yang diberikan pemerintah kepada PPLN dari 42 negara.

"Ini adalah kebijakan yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu. Dan Alhamdulillah tidak memicu peningkatan kasus COVID-19," kata Sandiaga Uno dalam keterangan tertulis, Selasa (29/3/2022).

Pemerintah sendiri berencana memperluas fasilitas VOA ke beberapa entry point lain di Indonesia. Seperti Bandar Udara Kualanamu Medan, Soekarno-Hatta Tangerang-Banten, Juanda Surabaya, Sultan Hasanuddin Makassar dan Sam Ratulangi Manado.

Akan tetapi, Sandiaga memastikan rencana tersebut dilakukan secara bertahap dengan melihat data-data yang ada. Khususnya dalam penanganan pandemi COVID-19 yang saat ini terus membaik serta penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin yang juga terus meningkat.

"Kami melihat bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara meningkat dan perluasan visa on arrival ini akan bertahap bertingkat dan berkelanjutan," tuturnya.

"Tentunya ini menjadi satu optimisme baru, momentum kebangkitan ekonomi kita dan bisa membuka peluang usaha dan lapangan kerja," imbuh Sandiaga.

Meski saat ini tingkat kunjungan wisatawan mancanegara menunjukkan peningkatan, Sandiaga Uno menegaskan belum ada rencana revisi terhadap target kunjungan wisatawan mancanegara di sepanjang tahun 2022.

Sebelumnya Kemenparekraf/Baparekraf menargetkan tingkat kunjungan wisatawan mancanegara tahun ini sekitar 1,8 juta - 3,6 juta. Sementara untuk wisatawan nusantara ditargetkan hingga 500 juta pergerakan/perjalanan.

"Per hari ini belum ada revisi, tapi kami terus pantau secara detail. Pertengahan tahun kami akan melakukan rakor, kami akan lakukan revisi kalau memang dirasa perlu," kata Sandiaga.

"Yang menjadi fokus kita saat ini adalah penciptaan situasi dan kondisi dimana kita akan bangkit. Kita persiapkan juga regulasi, kebijakan yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu. Pada saat nanti memang dapat dilakukan revisi, harus bisa dipastikan bahwa revisi yang achievable dan sustainable," ucapnya.

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya menjelaskan kemudahan memasuki wilayah Indonesia memberikan dampak yang besar pada tingkat kunjungan wisatawan mancanegara.

Nia menuturkan saat ini pengguna terbesar layanan VOA khusus wisata adalah wisatawan mancanegara dari negara Australia, Singapura, Amerika Serikat, Prancis, dan Inggris.

"Jadi bisa dibilang kalau berdasarkan data sebelum pandemi, mereka adalah negara-negara yang spendingnya di atas rata-rata," kata Nia.

Simak Video 'Sederet Aturan Baru untuk Pelaku Perjalanan dari Luar Negeri':

[Gambas:Video 20detik]



(akn/ega)