Kritik Muncul Buntut Tersangka Kerangkeng Bupati Langkat Tak Ditahan

ADVERTISEMENT

Kritik Muncul Buntut Tersangka Kerangkeng Bupati Langkat Tak Ditahan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 28 Mar 2022 20:41 WIB
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mendalami penyiksaan di kerangkeng Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin.
Kerangkeng Bupati Langkat (ANTARA FOTO/Dadong Abhiseka)
Jakarta -

Delapan tersangka kasus kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin tidak ditahan dengan alasan kooperatif saat diperiksa. Keputusan untuk belum menahan para tersangka ini pun menuai kritikan.

Sebagaimana diketahui, polisi menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin. Para tersangka terancam 15 tahun penjara.

"Tujuh orang inisial HS, IS, TS, RG, JS, DP, dan HG dipersangkakan Pasal 7 UU RI No 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman 15 tahun + 1/3 ancaman pokok," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi saat dimintai konfirmasi, Senin (21/3/2022).

"Dua orang inisial SP dan TS pasal yang dikenakan Pasal 2 UU RI No 21 Tahun 2007 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," sambungnya.

Polisi kemudian memeriksa kedelapan tersangka itu. Kedelapan tersangka itu tidak ditahan dengan mempertimbangkan sejumlah alasan.

"Penyidik mempertimbangkan untuk tidak melakukan penahanan," kata Dirkrimum Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja kepada wartawan, Sabtu (26/3).

Tatan lalu menjelaskan alasan tidak dilakukan penahanan. Dia menyebut para tersangka kooperatif saat diperiksa.

"Alasannya yang pertama pada saat pemanggilan kedelapan tersangka untuk kita lakukan interogasi awal, bersama PH-nya mereka kooperatif. Yang kedua, pada saat kita lakukan pemeriksaan sebagai saksi, kedelapan tersangka tersebut hadir dan kemarin rekan-rekan juga menyaksikan kedelapan tersangka tersebut hadir pada saat kita panggil di tanggal 25 kemarin," sebut Tatan.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT