Pemkot Bogor Gandeng IPB University Bangun Kawasan Agrowisata Halal

Muchamad Sholihin - detikNews
Minggu, 27 Mar 2022 16:52 WIB
Kampus IPB/ipb.ac.id
Foto: Kampus IPB/ipb.ac.id
Bogor -

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menjalin kerjasama dengan IPB University. Kerjasama itu terkait pembangunan kawasan agrowisata halal di Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Sekertaris Daerah Kota Bogor Syarifah Sofiah mengatakan, kawasan agrowisata halal rencananya dibangun di atas lahan seluas 9 hektar. Di lokasi itu, juga akan dibangun kawasan perkebunan durian dan kopi.

"Luasannya ada kurang lebih 9 hektar. Pada saat membuat master plan sudah ada beberapa floating dan ada beberapa yang sudah digunakan PDAM. Ada beberapa juga yang kita rencanakan menjadi kebun durian dan kopi. Ke depan lokasi ini rencananya akan dibangun kawasan agrowisata," kata Syarifah dalam keterangannya yang diterima detikcom, Minggu (27/3/2022).

Syarifah menyebut, konsep UMKM halal atau halal food yang dicetuskan IPB University sejalan dengan kebijakan Pemkot Bogor terkait kota halal yang dicetuskan sejak 2010 lalu melalui Perwali Kota Halal.

Menurutnya, dari 68 UMKM yang ada di Kota Bogor baru 0,06 persen yang sudah memiliki sertifikasi halal. Ia berharap kerjasama dengan IPB University menjadi titik awal berjalannya kebijakan kota halal di Bogor.

"Kita memiliki 68 UMKM dan baru 0,06 persen yang sudah memiliki sertifikasi halal. Jadi ini gayung bersambut dalam usaha menuntaskan dan meningkatkan yang halal serta lainnya," kata Syarifah.

Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Kerja Sama dan Hubungan Alumni IPB University Dodik Ridho Nurrochmat mengatakan, masterplan yang dibuat IPB University diharap bisa membantu Pemkot dan masyarakat Kota Bogor dalam peningkatan ekonomi melalui agrowisata halal.

"Melihat potensi pasar dan pengalaman, kami yakin rencana ini memiliki dampak yang positif," kata Dodik.

"Nanti harus kita kaji juga apakah aksesibilitas, sosial dan ekonomi bisa masuk. Kemudian agrowisata produk halal, tentu saja kita siapkan tidak hanya tempatnya tetapi produknya juga, kemudian ketika produknya ada apakah pembelinya ada atau tidak. Nah ini yang harus kita diskusikan untuk kita kerjakan bersama-sama," sambungnya.

Simak juga 'Lahan Sawit Disulap Jadi Agrowisata dan Edukasi':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)