Ramadan 2022, Masjid di Kota Tangerang Bakal Gelar Tarawih dengan Saf Rapat

Nahda Rizki Utami - detikNews
Sabtu, 26 Mar 2022 16:37 WIB
Umat Islam telah melakukan salat tarawih pertama bulan Ramadhan pada Senin (12/4) malam. Begini potret salat tarawih pertama di sejumlah daerah di Indonesia.
Foto: Antara Foto
Jakarta -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang memperbolehkan salat tarawih di masjid atau musala dengan merapatkan saf pada bulan Ramadan nanti. Hal tersebut mengikuti kondisi situasi COVID-19 yang kian membaik.

"Karena situasi kita hari ini belum selesai, kita masih dalam kondisi pandemi walaupun menuju endemi dan alhamdulillah juga ada penurunan yang cukup signifikan. Nah kita kemudian membolehkan salat tarawih di masjid," kata Ketua MUI Kota Tangerang Ahmad Baijuri Khotib saat dihubungi, Sabtu (26/3/2022).

"Kalau kemarin kan kita imbau tarawih tapi di rumah masing masing, kalau sekarang sudah kita imbau kembali ke masjid, kemudian merapatkan barisan, tapi tetap kita imbau kepada DKM, kepada jamaah untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan," sambungnya.

Namun, Ahmad mengimbau kepada jamaah lansia untuk tidak melaksanakan salat berjamaah di masjid. Dia juga mengingatkan kepada masyarakat yang kurang sehat untuk tidak memaksakan salat berjamaah di masjid.

"Kita imbau jepada jamaah lansia untuk tidak memaksakan salat berjamaah di masjid. Kemudian kalau merasa tidak enak badan, itu jangan memaksakan. Cukup salat tarawih di rumah masing-masing," ujar Ahmad.

Selanjutnya, Ahmad mengatakan bahwa kini sudah tidak ada pembatasan kapasitas di masjid atau musala di Kota Tangerang. Kapasitas juga akan diserahkan kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) masing-masing.

"Sudah. Kapasitasnya kita serahkan kepada DKM masing masing ya. Jadi tidak ada pembatasan 75 persen, 50 persen, gak ada. Normal gitu," jelas Ahmad.

Sementara, untuk salat Idul Fitri, Ahmad meminta masyarakat tetap mentaati protokol kesehatan. Hal itu, kata Ahmad, agar masyarakat menyadari saat ini masih dalam situasi pandemi COVID-19.

"Idul Fitri juga sama ya, tapi tetap kita mengimbau prokes artinya kita mengimbau kepada masyarakat agar menyadari bahwa kita masih dalam situasi begini. Jadi sehebat apapun pemerintah, satgas, dinas kesehatan, kalau kita semua tidak sama sama menyadari, ya tetap, percuma. Jadi kita imbau, sama sama lah bahwa kita ini belum selesai," tutur Ahmad.

(azh/azh)