ADVERTISEMENT

Legislator PKS soal Putin Akan Hadiri KTT di Bali: Ini Ujian bagi G20

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Jumat, 25 Mar 2022 19:53 WIB
Sukamta, Sekretaris Fraksi PKS DPR RI
Sukamta (Ristu Hanafi/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) selaku ketua presidensi tahun ini bakal mengundang semua anggota G20, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin, dalam forum KTT G20 di Bali. Anggota Komisi I DPR Fraksi PKS Sukamta menyebut pemerintah RI memiliki tantangan besar dalam menjaga soliditas kerja sama antarnegara dalam pelaksanaan forum tersebut.

"G20 belum pernah mendapatkan tantangan sebesar sekarang ini. Ini ujian bagi G20 sekaligus kepemimpinannya, bagaimana agar G20 tetap solid," kata Sukamta saat dihubungi, Jumat (25/3/2022).

Sukamta menuturkan kehadiran seluruh pemimpin dunia dalam forum tersebut dapat menjadi wadah mencari solusi terkait konflik militer Rusia dan Ukraina. Selain itu, kata dia, KTT G20 dapat mengokohkan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.

"Kalau seluruh kepala negara anggota bisa hadir akan menjadi kesempatan mencari solusi dan mengokohkan politik luar negeri Indonesia yang bebas namun tetap aktif," katanya.

Dia mengatakan Pemerintah RI menganut politik luar negeri nonblok sehingga tak berpihak pada blok besar yang membelah di dunia. Namun, pemerintah RI harus aktif mencari solusi bagi masalah besar yang dihadapi bangsa-bangsa.

"Yakni bebas tidak berpihak pada negara-negara atau blok besar namun tetap aktif mencari solusi bagi masalah masalah besar yang dihadapi bangsa-bangsa," ujarnya.

Kemlu Buka Suara soal Rusia di G20 Bali

Untuk diketahui, Kedutaan Besar Rusia di Jakarta menyebut bahwa Presiden Vladimir Putin akan menghadiri KTT G20 yang akan berlangsung di Bali. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengatakan Indonesia sebagai ketua presidensi tahun ini mengundang semua negara anggota.

"Sebagai presidensi, tentunya dan sesuai dengan presidensi-presidensi sebelumnya adalah untuk mengundang semua anggota G20, bahwa diplomasi Indonesia selalu didasarkan pada prinsip-prinsip, based on principal," kata Duta Besar RI sekaligus Stafsus Program Prioritas Kemlu dan Co-Sherpa G20 Indonesia, Triansyah Djani, dalam jumpa pers secara virtual, Kamis (24/3/2022).

Tri mengatakan bahwa Indonesia dalam setiap forum internasional selalu berpegang teguh pada aturan. Begitu juga saat mengetuai G20 tahun ini.

"Indonesia dalam mengetuai berbagai konferensi atau forum atau organisasi baik itu dalam konteks badan-badan PBB pada saat kami memimpin dewan keamanan di PBB atau ASEAN atau organisasi lainnya selalu berpegang pada aturan, prosedur yang berlaku, demikian juga di G20," jelasnya.

Tri kembali menegaskan bahwa Indonesia sebagai presiden G20 tahun 2022 mempunyai kewajiban mengundang semua anggota. Dia menegaskan bahwa agenda utama G20 adalah pemulihan ekonomi global.

"Oleh karena itu, memang kewajiban untuk semua presiden G20 untuk mengundang semua anggotanya. Saya ingin underline juga seperti yang saya sampaikan di berbagai kesempatan bahwa pentingnya kita semua fokus di G20 untuk menangani global recovery yang merupakan prioritas banyak penduduk di dunia ini," katanya.

(fca/isa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT