Munarman Ungkit Banyak Karangan Bunga Terkait Penangkapannya

Nahda Rizki Utami - detikNews
Jumat, 25 Mar 2022 16:24 WIB
Sekretaris Umum FPI Munarman di Polda Metro Jaya.
Munarman (Syahidah Izzata/detikcom)
Jakarta -

Munarman menyinggung karangan bunga yang sempat membanjiri Mabes Polri usai dirinya ditangkap. Dia menuding ada motif politik terkait penangkapannya.

"Ada satu hal yang menarik, yaitu saat penangkapan terhadap diri saya, maka sungguh luar biasa, Mabes Polri dipenuhi karangan bunga ucapan selamat atas keberhasilan menangkap saya. Ini satu lagi bukti bahwa ada motif-motif politik yang memang menginginkan saya dijebloskan ke penjara," kata Munarman saat membacakan duplik dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Jumat (25/3/2022).

Munarman menuding karangan bunga itu sering dilakukan oleh para pembuat skenario untuk menggiring opini. Dia juga menyinggung adanya karangan bunga yang memojokkan Habib Rizieq Shihab saat berada di rumah sakit.

"Modus permainan karangan bunga ini sering kali dilakukan oleh para pembuat skenario untuk menciptakan opini bahwa ada dukungan publik terhadap dirinya. Namun pada sisi yang lain terhadap HRS saat di rumah sakit, juga dikirimi karangan bunga yang justru memojokkan HRS," ujar Munarman.

"Kita semua sudah paham komplotan mana yang sering memesan karangan bunga secara borongan uang digunakan untuk memuji diri sendiri telah berhasil dan juga memesan karangan bunga untuk memojokkan pihak yang dianggap berseberangan," tambahnya.


Pengacara Munarman, Pieter L Aletrino, menilai fakta persidangan tidak mendukung keinginan untuk memenjarakan kliennya. Dia membuat analogi dengan nafsu kuda tenaga kucing.

"Saya hanya mau bilang bahwa nafsu untuk memenjarakan klien kami Munarman itu sangat besar," kata Pieter usai sidang.

"Ibarat nafsunya kuda, tapi tenaganya kucing karena fakta persidangan itu tidak mendukung, jadi nafsunya besar tapi tenaganya kurang, fakta persidangan tidak mendukung nafsu untuk memenjarakan," sambungnya.

Pieter menilai ada indikasi politik dalam kasus Munarman. Hal itu, kata Pieter, terlihat dari pencopotan Ketua JoMan Immanue Ebenezer dari posisi komisaris anak usaha BUMN.

"Tapi politiknya lebih kental begitu, indikasi politisasi dalam kasus ini semakin kental. Indikasi yang terakhir seperti yang disampaikan tadi, saksi ini memberikan keterangan di pengadilan loh, bukan di lampu merah. Ini di pengadilan di bawah sumpah, tapi intervensinya terlalu deras," jelas Pieter.