ADVERTISEMENT

Sorotan ke Indonesia Buntut Niat Putin Hadiri KTT G20 di Pulau Dewata

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Jumat, 25 Mar 2022 07:03 WIB
Russian President Vladimir Putin greets people after his speech at the concert marking the eighth anniversary of the referendum on the state status of Crimea and Sevastopol and its reunification with Russia, in Moscow, Russia, Friday, March 18, 2022. (Ramil Sitdikov/Sputnik Pool Photo via AP)
Vladimir Putin (Foto: AP/Ramil Sitdikov)
Jakarta -

Rencana Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri KTT G20 di Bali berbuntut sorotan ke Indonesia. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan Indonesia selalu berpegang teguh aturan dalam setiap forum internasional.

Rencana kehadiran Putin di G20 sebelumnya diungkap oleh Duta Besar Rusia di Jakarta. Dia menyebut Putin 'ingin pergi' ke KTT G20 sebagai tanggapan atas informasi soal AS dan sekutu baratnya sedang menilai apakah Moskow harus tetap berada dalam kelompok tersebut atau tidak.

"G20 bukan hanya pertemuan puncak. G20 adalah sebuah proses. Ada banyak pertemuan yang diadakan oleh Indonesia baik online maupun offline dan Rusia berpartisipasi aktif dalam pertemuan tersebut," kata Dubes Rusia di Jakarta.

Rencana kehadiran Putin itu pun menuai tanggapan dari berbagai kalangan. Tanggapan datang dari tokoh luar negeri maupun dalam negeri. Berikut selengkapnya:

PM Australia Ogah Duduk Dekat Putin

Perdana Menteri Australia Scott Morrison menyoroti kemungkinan Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri KTT G20 di Bali. Dia mengaku ogah duduk dekat Putin.

"Gagasan untuk duduk di sekitar meja dengan Vladimir Putin, yang Amerika Serikat sudah dalam posisi menyerukan kejahatan perang di Ukraina, bagi saya adalah langkah yang terlalu jauh," kata Morrison saat konferensi pers seperti dilansir dari CNN, Kamis (24/3/2022).

Dia mengatakan Australia telah meningkatkan kekhawatiran terkait perang Rusia vs Ukraina. Dia menyebut tindakan Rusia menghancurkan aturan hukum internasional.

"Kami telah meningkatkan kekhawatiran tentang ini. Dan Rusia telah menginvasi Ukraina. Maksud saya ini adalah tindakan kekerasan dan agresif yang menghancurkan aturan hukum internasional," ucapnya.

Dubes Ukraina

Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin merespons pernyataan Dubes Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieve bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin akan hadir di KTT G20 di Bali. Vasyl Hamianin mendesak semua pihak agar memboikot Rusia dari forum internasional atas tindakannya menginvasi Ukraina.

Awalnya Vasyl menjelaskan kekejaman Rusia selama melakukan invasi ke Ukraina sejak 24 Februari 2022. Dia menyebut jutaan warga Ukraina mengungsi; ribuan warga sipil terluka bahkan tewas; hingga ribuan rumah, rumah sakit, dan sekolah hancur akibat invasi Rusia. Dia menegaskan Putin bertanggung jawab atas hal itu.

"Setelah memulai invasi kejam di Ukraina, setelah memerintahkan pembunuhan warga sipil tak bersenjata dan pengeboman kota-kota damai, Presiden Rusia Putin dan pemerintahnya secara langsung bertanggung jawab atas semua kekejaman yang dilakukan, yang tidak lain adalah kejahatan perang terhadap kemanusiaan," kata Vasyl dalam keterangannya, Kamis (24/3/2022).

Dia menyatakan, sebagai penjahat dan pembunuh berdarah, Putin tidak berhak mengikuti untuk berpartisipasi dalam forum internasional atau pertemuan mulitlateral apa pun. Menurutnya, kehadiran Putin di forum internasional berarti bentuk penghinaan terhadap demokrasi da martabat manusia.

"Sebagai penjahat, pembunuh berdarah, dan diktator yang diakui secara internasional, Putin tidak memiliki hak hukum untuk berpartisipasi dalam forum internasional, pertemuan puncak, atau pertemuan multilateral. Penampilannya di acara internasional mana pun akan berarti penghinaan terhadap demokrasi, martabat manusia, dan supremasi hukum," ucapnya.

Simak video 'Respons Kemlu Soal Putin Akan Hadiri KTT G20 Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT