ADVERTISEMENT

Putin Ingin Hadiri KTT G20 di Bali, PM Australia Ogah Duduk Berdekatan

Haris Fadhil - detikNews
Kamis, 24 Mar 2022 10:12 WIB
FILE - In this Nov. 17, 2020, file photo, Australian Prime Minister Scott Morrison reviews an honor guard during a ceremony ahead of a meeting at Japanese Prime Minister Yoshihide Sugas official residence in Tokyo. Morrison said Monday, Nov. 30, 2020, a tweet by a Chinese official which shows a fake image of an Australian soldier appearing to slit a childs throat is “truly repugnant.
Scott Morrison (Foto: Kiyoshi Ota/Pool Photo via AP, File)
Canberra -

Perdana Menteri Australia Scott Morrison menyoroti kemungkinan Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri KTT G20 di Bali. Dia mengaku ogah duduk dekat Putin.

"Gagasan untuk duduk di sekitar meja dengan Vladimir Putin, yang Amerika Serikat sudah dalam posisi menyerukan kejahatan perang di Ukraina, bagi saya adalah langkah yang terlalu jauh," kata Morrison saat konferensi pers seperti dilansir dari CNN, Kamis (24/3/2022).

Dia mengatakan Australia telah meningkatkan kekhawatiran terkait perang Rusia vs Ukraina. Dia menyebut tindakan Rusia menghancurkan aturan hukum internasional.

"Kami telah meningkatkan kekhawatiran tentang ini. Dan Rusia telah menginvasi Ukraina. Maksud saya ini adalah tindakan kekerasan dan agresif yang menghancurkan aturan hukum internasional," ucapnya.

Duta Besar Rusia di Jakarta sebelumnya menyebut Putin 'ingin pergi' ke KTT G20 sebagai tanggapan atas informasi soal AS dan sekutu baratnya sedang menilai apakah Moskow harus tetap berada dalam kelompok tersebut atau tidak. Indonesia saat ini memegang presidensi G20.

"G20 bukan hanya pertemuan puncak. G20 adalah sebuah proses. Ada banyak pertemuan yang diadakan oleh Indonesia baik online maupun offline dan Rusia berpartisipasi aktif dalam pertemuan tersebut," kata Dubes Rusia di Jakarta.

Simak Video 'Dubes Rusia Sebut Putin Akan Hadiri KTT G20 di Bali':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT