ADVERTISEMENT

Pihak Munarman soal Ketua JoMan Dicopot dari Komut: Bukti Hukum Ditunggangi

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 24 Mar 2022 17:51 WIB
Aziz Yanuar (Tiara Aliya Azzahra/detikcom).
Aziz Yanuar (Tiara Aliya Azzahra/detikcom)
Jakarta -

Tim kuasa hukum Munarman, Aziz Yanuar, angkat bicara terkait pencopotan Ketua relawan Jokowi Mania (JoMan) Immanuel Ebenezer atau Noel dari komisaris utama PT Mega Eltra atau anak perusahaan BUMN PT Pupuk Indonesia. Azis menuding pencopotan Immanuel itu ditunggangi kepentingan politik dan melanggar HAM.

"Bahwa dengan dicopotnya Immanuel Ebenezer dari jabatan Komisaris Utama di anak usaha BUMN diduga hanya karena hadir sebagai saksi yang meringankan klien kami semakin membuktikan hukum di Indonesia khususnya terhadap klien kami diduga adalah jelas 1.000% ditunggangi oleh kepentingan politik yang zalim, diskriminasi, penuh rekayasa, fitnah dan melanggar HAM," kata Aziz dalam keterangan tertulis, Kamis (24/3/2022).

Aziz mengatakan sejatinya kehadiran Immanuel sebagai saksi yang meringankan dalam sidang Munarman dinilai hak konstitusional warga negara yang dijamin konstitusi. Ia menambahkan peradilan yang baik semestinya dilaksanakan tanpa unfair trial, diskriminasi, rekayasa, fitnah, dan pelanggaran HAM.

"Bahwa dengan demikian semakin terang benderang rakyat dan masyarakat serta umat tahu siapa dalang dan biang kerok kriminalisasi ulama dan aktivis serta mafia perusak hukum dan makelar konflik yang menginginkan Indonesia terus gaduh," imbuh Azis.

Azis lalu memberikan ultimatum kepada pihak yang dinilai merampas hak konstitusional bangsa.

"Kami mengultimatum kepada tangan-tangan jahat untuk berhenti melakukan tindakan-tindakan yang melawan, merampas, dan memperkosa hak-hak konstitusional anak bangsa, dan kami menyerukan untuk seluruh lapisan masyarakat untuk bahu-membahu menjaga keutuhan dan kedamaian NKRI," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua relawan Jokowi Mania (JoMan) Immanuel Ebenezer atau Noel merasa pencopotannya dari jabatan komisaris utama PT Mega Eltra atau anak perusahaan BUMN PT Pupuk Indonesia itu terkait adanya dendam di lingkaran Jokowi. Noel mengklaim dendam itu berkaitan pula dengan dirinya yang sempat menjadi saksi meringankan terdakwa terorisme Munarman.

"Saya lihat motifnya saya lihatnya ada dendam di lingkaran Jokowi terhadap saya, pintu masuknya kasus Munarman gitu, dan Munarman pun dituntut 8 tahun, tuntutannya 8 tahun, kalau Munarman benar-benar teroris, Munarman akan dihukum mati atau hukuman setidaknya seumur hidup," kata Noel saat dihubungi, Rabu (23/3).

Berdasarkan catatan detikcom, Noel memang sempat bersaksi atas kasus dugaan terorisme dengan terdakwa Munarman. Sidang pemeriksaan saksi tersebut digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jalan Dr Sumarno, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, pada Rabu (23/2) lalu.

Simak Video: Ketua JoMan: Saya Tidak Menyesal Jadi Saksi Ringankan Munarman

[Gambas:Video 20detik]



(yld/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT