ADVERTISEMENT

detikcom Do Your Magic

Lurah: Sumur Resapan Jl Karang Tengah Tak Maksimal karena Tanah Rawa

Annisa Rizky Fadhila - detikNews
Kamis, 24 Mar 2022 16:23 WIB
Genangan di sumur resapan Jl Karang Tengah Raya, Jaksel, 17 Maret 2022. (Fuad Fariz/detikcom)
Genangan di sumur resapan Jl Karang Tengah Raya, Jaksel, 17 Maret 2022. (Fuad Fariz/detikcom)
Jakarta -

Lurah Lebak Bulus menjelaskan perihal banjir yang masih menggenangi sumur resapan ruas Jl Karang Tengah Raya. Sumur resapan itu disebutnya tak maksimal lantaran jenis tanah di lokasi adalah tanah rawa yang sulit menyerap air.

"Betul sekali bahwa sumur resapan sudah dibuat, tetapi belum maksimal," kata Lurah Lebak Bulus Jaenudin kepada detikcom, Kamis (24/3/2022).

Lokasi genangan yang dimaksud berada di Jl Karang Tengah Raya, dekat Vila Delima, Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. Genangan terpantau pada pekan lalu. Deretan sumur resapan di lokasi ikut terendam pada saat itu. Siang tadi, air got masih tinggi dan menggenang.

Sumur resapan dan got di ruas Jl Karang Tengah Raya dekat Vila Delima, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, 24 Maret 2022. (Annisa Rizky Fadhila/detikcom)Sumur resapan dan got di ruas Jl Karang Tengah Raya dekat Vila Delima, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, 24 Maret 2022. (Annisa Rizky Fadhila/detikcom)

Jaenudin mengungkapkan penyebab got terendam banjir meski sumur resapan telah dibuat. Salah satu penyebabnya adalah saluran air yang tidak mengalir.

"Air tidak bisa mengalir karena lokasi ini dulu bekas rawa," ucapnya.

Selain itu, posisi ruas jalan ini juga rendah. Kondisi ini menyebabkan air tidak bisa ke mana-mana kecuali menggenang saja. Saluran air tidak bisa mengalirkan air kecuali dibantu pompa yang menyedotnya. "Mengingat lokasi ini cekungan rendah," kata Jaenudin.

Dia juga menyebut sebab lain, "Sekarang ada kontraktor bangun pondasi maka saluran untuk air lewat tidak bisa maka jadi genangan."

Untuk mengatasi masalah ini, air tidak bisa dibiarkan menggenang tak terserap tanah. Air harus dialirkan ke lokasi lain. Ada Kali Grogol di sebelah timur, sekitar 1 km. Rencananya, sodetan akan dibikin menuju Kali Grogol.

Pantauan detikcom di lokasi siang tadi, air yang menggenang di got tampak tinggi. Warnanya cukup gelap karena keruh.

Tinggi air di got tersebut berkisar 80 cm. Warna air terlihat kecokelatan karena banyaknya sampah. Dari arah got tersebut, tercium bau pekat yang menyengat.

(dnu/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT