ADVERTISEMENT

detikcom Do Your Magic

Warga Harap Problem Banjir di Sumur Resapan Jl Karang Tengah Jaksel Tuntas

Annisa Rizky Fadhila - detikNews
Kamis, 24 Mar 2022 14:26 WIB
Pasukan biru tangani genangan di sumur resapan Jl Karang Tengah Raya, Lebak Bulus, Jaksel, 18 Maret 2022, sore. (Mulia Budi/detikcom)
Pasukan biru menangani genangan di sumur resapan Jl Karang Tengah Raya, Lebak Bulus, Jaksel, 18 Maret 2022, sore. (Mulia Budi/detikcom)
Jakarta -

Warga berharap pihak Pemprov DKI Jakarta segera membenahi problem banjir di sekitar sumur resapan Jl Karang Tengah Raya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Siang ini, banjir memang sudah tidak ada, tapi air got menggenang tinggi nyaris meluap ke jalan.

Warga mengatakan air menggenang di got sejak sumur resapan dibangun. Akibatnya, sampah beserakan di jalan bila got sedang meluap dan air got pun kian bau.

"Harapan mah saya pengennya bisa diatasi aja itu genangan airnya," ujar warga sekitar, Wulan (44), saat detikcom temui di lokasi, Kamis (24/3/2022).

Dia menyebut banjir kerap terjadi jika hujan deras mengguyur ruas Jl Karang Tengah Raya dekat Vila Delima ini. Banjir makin terasa sejak sumur resapan dibuat.

"Ya kalau tiap hujan aja, apalagi hujannya deras. Cuma pas ada ini (sumur resapan) banjir jadi makin berasa," katanya.

Karena kondisi tersebut, Wulan berharap pihak terkait dapat segera mengatasinya. Sebab, kondisi air yang meninggi serta sampah yang menggenang membuat warga tak nyaman.

Ke depan, dia meminta pihak terkait agar lebih teliti dan mempertimbangkan segala bentuk proyek. Harus dipikirkan pula aspek lain agar proyek yang dibangun berhasil.

Genangan di sumur resapan Jl Karang Tengah Raya, Jaksel, 17 Maret 2022. (Fuad Fariz/detikcom)Genangan di sumur resapan Jl Karang Tengah Raya, Jaksel, 17 Maret 2022. (Fuad Fariz/detikcom)

Sementara itu, warga lainnya, Sulaiman (54), berharap pemerintah setempat segera membuat saluran air. Tujuannya agar air yang mengendap di got bisa menyerap.

"Penginnya dibikinin jalanan buat air (saluran air dibikin lancar), supaya airnya turun ke bawah," ucap Sulaiman.

Di sisi lain, pria paruh baya itu menyayangkan sumur resapan tersebut yang tak berfungsi baik. Banjir masih terus menggenang meski sudah disiapkan sumur resapan.

Dia pun membandingkan kondisi sebelum-sesudah pembuatan sumur resapan. Dahulu, kata Sulaiman, wilayah ini tak pernah banjir. Hal itu karena adanya tempat pembuangan yang bisa menyaring air.

Sumur resapan dan got di ruas Jl Karang Tengah Raya dekat Vila Delima, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, 24 Maret 2022. (Annisa Rizky Fadhila/detikcom)Sumur resapan dan got di ruas Jl Karang Tengah Raya dekat Vila Delima, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, 24 Maret 2022. (Annisa Rizky Fadhila/detikcom)

Warga lainnya, Endah (41), berharap banjir di got tersebut bisa diatasi. Warga merasa repot karena air terus menggenang.

"Ya semoga bisa diatasi dah. Karena kan repot juga ya kalau begini terus. Nggak hujan aja air di got masih tinggi, apalagi pas hujan. Itu sampah berjejer ke jalan-jalan," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, ruas jalan Jakarta Selatan yang dilengkapi sumur resapan ini sempat kebanjiran pekan lalu. Got mampet disebut-sebut menjadi penyebabnya, bukan sumur resapan. Ini kondisi got yang disebut jadi biang kerok banjir itu.

Ruas jalan yang dilengkapi sumur resapan, namun sempat tergenang ini ada di Jl Karang Tengah Raya, tepatnya dekat Vila Delima, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Jalan di sini terbagi dua jalur, yakni jalur Cinere arah Lebak Bulus dan Lebak Bulus arah Cinere.

(azl/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT