Disebut Bikin Banjir, Ini Kondisi Got Dekat Sumur Resapan Jl Karang Tengah

ADVERTISEMENT

detikcom Do Your Magic

Disebut Bikin Banjir, Ini Kondisi Got Dekat Sumur Resapan Jl Karang Tengah

Annisa Rizky Fadhila - detikNews
Kamis, 24 Mar 2022 12:00 WIB
Sumur resapan dan got di ruas Jl Karang Tengah Raya dekat Vila Delima, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, 24 Maret 2022. (Annisa Rizky Fadhila/detikcom)
Sumur resapan dan got di ruas Jl Karang Tengah Raya dekat Vila Delima, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, 24 Maret 2022. (Annisa Rizky Fadhila/detikcom)
Jakarta -

Ruas jalan Jakarta Selatan yang dilengkapi sumur resapan ini sempat kebanjiran pekan lalu. Got mampet disebut-sebut menjadi penyebabnya, bukan sumur resapan. Ini kondisi got yang disebut jadi biang kerok banjir itu.

Ruas jalan yang dilengkapi sumur resapan namun sempat tergenang ini ada di Jl Karang Tengah Raya, tepatnya dekat Vila Delima, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Jalanan di sini terbagi dua jalur, yakni jalur Cinere arah Lebak Bulus dan Lebak Bulus arah Cinere.

Pantauan detikcom di lokasi, Kamis (24/3/2022) tengah hari, air yang menggenang di got tampak tinggi. Warnanya cukup gelap karena keruh.

Tinggi air di got tersebut berkisar 80 cm. Warna air terlihat kecokelatan karena banyaknya sampah. Dari arah got tersebut, tercium bau pekat yang menyengat.

detikcom mencoba mewawancarai warga sekitar, yakni Abdul (47). Dia mengungkapkan, air di got tersebut selalu tinggi. Terlebih saat musim hujan.

Sumur resapan dan got di ruas Jl Karang Tengah Raya dekat Vila Delima, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, 24 Maret 2022. (Annisa Rizky Fadhila/detikcom)Sumur resapan dan got di ruas Jl Karang Tengah Raya dekat Vila Delima, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, 24 Maret 2022. (Annisa Rizky Fadhila/detikcom)

Tingginya air di got tersebut karena tertutupnya saluran air. Sejak dibangun sumur resapan, kata Abdul, air di got tidak bisa meresap ke bawah lantaran tidak adanya ruang.

"Itu mah emang selalu begitu (banjir). Apalagi pas musim hujan. Itu kalau dilihat, nggak ada ruang supaya air bisa menyerap," katanya saat detikcom di Jl Karang Tengah Raya.

Warga lainnya, Irna (50), menyebutkan air di got tersebut selalu tergenang. Tak ada upaya menyurutkan air tersebut. Dia bercerita, saat hujan turun, air di selokan meninggi. Sampah yang ada di dalam got pun terus bertambah dan berhamburan ke jalanan.

"Iya, memang seperti itu. Kalau hujan juga makin deras, sampah noh sampai ke sini-sini (jalanan)," ujarnya.

Dia tak mengetahui pasti penyebab utama tingginya air di got tersebut. Namun dia mengatakan, sejak dipasang sumur resapan, air di dalam got sulit surut karena tidak adanya ruang.

"Itu pas dibikin ini iya sumur resapan, kan air di got nggak bisa ngalir. Karena udah ditutup, nggak ada penyaringnya," katanya.

Sumur resapan dan got di ruas Jl Karang Tengah Raya dekat Vila Delima, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, 24 Maret 2022. (Annisa Rizky Fadhila/detikcom)Sumur resapan dan got di ruas Jl Karang Tengah Raya dekat Vila Delima, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, 24 Maret 2022. (Annisa Rizky Fadhila/detikcom)

Dia belum bisa merasakan manfaat dari sumur resapan tersebut. Sebab, menurutnya, kondisi air di got lebih parah dari sebelum dibikinnya sumur resapan.

"Manfaat, ya, belum tahu, belum terasa. Pas dibangun ya kondisinya begini, air makin banyak, tidak terkondisikan," ujarnya.

Sebelumnya, genangan serupa pernah terjadi saat hujan deras. Pasukan biru pun turun ke lokasi untuk membenahinya. Terlihat para pekerja mengoperasikan peralatan pertukangan dan pompa air di sekitar sumur resapan, Jumat (18/3) sore.

"Kalau hujan deras lagi, kita standby di sini lagi, karena memang tugas kita kan sebagai pengendali banjir. Jadi, kalau memang banjir gede, langsung kita sedot," kata seorang personel Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta atau pasukan biru, Tardi.

(azl/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT